Download Tugas Petro Provenance PDF

TitleTugas Petro Provenance
File Size296.3 KB
Total Pages8
Document Text Contents
Page 2

(Mange & Maurer 1992). Prosedur ini disebut analysis mineral berat dan bisa menjadi cara
yang efektif dalam penentuan sumber sedimen (Morton 1991).


Faktor provenance mengontrol proses pelapukan dan sifat sedimen yang dapat
disuplai oleh berbagai macam agen. Faktor ini diantaranya relief dan elevasi yang
merupakan fungsi dari setting tektonik, iklim dan vegetasi yang bersangkutan, serta
komposisi dari batuan asal. Pada komposisi batuan asal kita bisa mengambil contoh yang
sederhana, bila batuan asalnya banyak mengandung kuarsa maka sedimen yang dihasilkan
akan banyak mengandung kuarsa juga. Bila batuan sumbernya kaya akan feldsfar maka
sedimen yang dihasilkan akan banyak mengandung feldsfar dan mineral lempung
tergantung dari tingkat pelapukan batuannya.


Relief dan elevasi dari provenance akan berpengaruh pada dekomposisi dan
disintegrasi, dan transportasinya. Relief adalah perbedaan ketinggian didalam cekungan
erosional, yang mengontrol laju erosi. Secara umum, daerah yang memiliki relief yang tinggi,
yang merupakan daerah uplift yang aktif, akan mengalami laju erosi yang tinggi. Sebaliknya
pada daerah yang berelief rendah yang umumnya datar memiliki laju erosi yang rendah.
Daerah yang datar merupakan daerah metastabil dimana energi potensial minimum.
Konsekuensinya material tidak bisa turun dan mengakibatkan laju disintegrasi rendah, hal
ini akan mengakibatkan proses dekomposisi berlangsung cukuip lama.


Elevasi provenance juga penting, karena elevasi akan mempengaruhi iklim, dimana
pada gilirannya akan mempengaruhi proses disintegrasi dan dekomposisi. Pada elevasi yang
tinggi air akan membeku, hal ini tentunya akan menyebabkan proses disintegrasi terutama
frost action berperan cukup dominan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada
elevasi yang tinggi proses disintegrasi cukup dominan sedangkan pada elevasi yang rendah
terutama daerah tropis proses dekomposisi cukup dominan.


Iklim dan vegetasi juga memiliki peran yang penting. Pada iklim dingin laju proses
dekomposisi akan rendah sedangkan laju proses disintegrasi akan tinggi. Sebaliknya pada
iklim hangat proses dekomposisi akan lebih dominan daripada proses disintegrasi dan pada
iklim panas proses yang dominan adalah disintegrasi sama seperti pada iklim dingin.
Vegetasi akan banyak pada iklim hangat, basah dari pada iklim dingin dan panas. Vegetasi
dapat menghasilkan asam organik dan senyawa lain yang dapat menyebabkan proses
dekomposisi. Contohnya lava muda di Hawaii yang ditutupi oleh tumbuhan (lichens, yang
banyak mengandung besi, terlapukan lebih tinggi daripada batuan yang sama dan seumur.
Hal ini dapat menjawab pertanyaan mengenai proses disintegrasi dan dekomposisi pada
pre-Devonian yang vegetasinya kurang, dimana pada pre-Devonian proses disintegrasi lebih
penting dari pada dekomposisinya sehingga sedimennya sedikit mengandung lempung.


Lingkungan Pengendapan Sedimen

I. Konsep Tentang Lingkungan Pengendapan


Lingkungan pengendapan adalah tempat mengendapnya material sedimen beserta
kondisi fisik, kimia, dan biologi yang mencirikan terjadinya mekanisme pengendapan

Similer Documents