Download [TechInsp]LeakTest&Hydrotest PDF

Title[TechInsp]LeakTest&Hydrotest
File Size109.6 KB
Total Pages9
Document Text Contents
Page 3

Uji hydrostatis adalah pengujian dengan media liquid (semua liquid yang tidak
berbahaya dpt digunakan asalkan di bawah titik didihnya) untuk mengetahui kebocoran
yang ada di ex welding, sistem sambungan ataupun kekuatan material dari equipment,
jadi sifat uji adalah destructive. Uji ini hendaknya dilakukan pada temperatur ambient.

Pelaksanaan uji hydrostatic dilakukan :
1. Uji hydrostatis sebesar min. 1 1/2 x tekanan kerja maksimum (MAWP)
2. Pemeriksaan visual di lakukan saat tekanan tidak kurang dari 2/3 tekanan uji.
3. Semua bagian yang tidak di lakukan pengujian harus di isolisir (blind)

Untuk lebih jelasnya Bapak dapat baca di ASME sect. VIII. Div.1 UG-99 & UG-100
untuk uji pneumatis

Tanggapan 5 : [email protected]

Saya tambahkan untuk Equipment (PV, HE, Tank, etc) ya.
Pls CMIIW.

Hydrotest:
- Pressure Vessel dan Heat Exchanger:
Pengetesan (Pressure Test)untuk mechanical integrity of equipment pada test pressure-
nya (Normally 1.25 times of MAWP). Pengujian ketahanan ini menggunakan media air
(water) dengan menjaga qualitiy pada % or ppm of chloride and chlorine (terutama untuk
SS material). Holding time biasanya 1-2 hours. Alternative lainnya Pneumatic Test or
Hydropneumatic test (combined). No body allow to stay around the equipment during
pressure test. Setelah hold for test pressure, pressure diturunkan ke design pressure
untuk pemeriksaan (visual) indikasi deformasi pada welding line, opening, flange joint,
etc.
- Atmospheric tank:
biasanya at site/on foundation - filling water sampai HLL or Design Liquid level-nya or
maximum level can be achieved when floating roof inside. Holding time biasanya 1 x 24
jam. Check for mechanical integrity, leakage at shell and bottom, deformation and
foundation settlement. In case of tank with small internal pressure, biasanya
ditambahkan pneumatic pressure at top side of tank up to design internal pressure.
Water quality bisa pakai fresh water or demin water untuk stainless steel (dengan
pembatasan kadar cloride maks 50ppm (Cmiiw).

Leak Test:
- Biasanya ini dilakukan pada reinforcing pad of opening, menggunakan udara (air).
Sometimes dicounter check dengan bubble soap. Sehingga sering disebut juga bubble
test. Diaplikasikan pada semua equipments that have pads on pressure parts (PV, HE,
Tank, etc).
- Test ini juga dilakukan untuk pengecheckan kebocaran pada blinded flange, flange
joint (shell side to tube side joint), channel cover installation, etc. Internally di pressurize
pakai air (udara) - alternative lain bisa
menggunakan nitrogen (N2) instead of air (udara).
- Pada tangki ada juga istilah leak test untuk roof dan bottom installation. Toolsnya

disebut Vacuum Box.

Page 4

Tanggapan 6 : Donny Rico

temans,

jika diperuntukkan untuk recuperator and chimney, test yang harus dilakukan
menggunakan apa ya? materialnya memang stainless steel. tapi untuk insulation dia
pake rock wool. maksud saya, untuk memastikan kepadatan dari insulation sendiri
bagaimana? termasuk untuk material dari steel sendiri selain dengan bubble test.

terima kasih udah dibantu

Tanggapan 7 : andi yan

Saya mencoba untuk menjelaskan hydrotest dan leak test pada Bejana Tekan dan Heat
Exchanger :
1. Hydrotest
Dilakukan setelah semua NDE, final dimensi dan identifikasi material sudah selesai.
Besar nya adalah 1.3 x MAWP. MAWP disini bisa diasumsikan sama dengan Design
Pressure jika kita tidak melakukan perhitungan MAWP untuk masing2 komponen, jika
MAWP msg2 komponen dihitung, maka MAWP yang diambil adalah MAWP terkecil dari
komponen tersebut. Holding Time pada Test Pressure tidak diatur oleh ASME VIII Div 1,
tetapi kalau mengacu pada peraturan Migas, minimal 2 jam, lihat di UG -99 ASME VIII
Div 1 Adapun prosedur pelaksanaan harus dibuat dahulu oleh pemanufaktur dan
mendapat ap- proval dari Owner dan Third Party Agency (Jika ada), yang pasti
pemeriksaan Visual harus dilakukan minimal pada MAWP. Selama Tekanan pada Test
Pressure, tidak diperkenankan berada di area hydrotest untuk menjaga keselamatan.
Semua alat ukur harus terkalibrasi dengan baik ( Pressure Gauge, Pressure Recorder,
Tem- perature gauge ).
Khusus untuk Heat Exchanger yang mempunyai 2 chamber, yakni shell side dan Tube
Side (Channel Side), hydrotest dilakukan 2 kali masing2 untuk shell side dan tube side.

2. Leak Test
Sama artinya dengan pneumatic test, yang dilakukan untuk menguji apakah ada
kebocoran pada Pad atau pada Nozzle, mandatory hanya jika disyaratkan adanya
penetrant test pada joint antara Pad dengan shell atau pad dengan nozzle. Besarnya
Pneumatic Test Pressure tidak diatur oleh ASME Sect VIII Div 1 maupun Migas. Fluida
yang dipakai adalah udara, dan di daerah las2an dilapisi busa sabun, jika terjadi
gelembung, maka menunjukkan indi kasi kebocoran pada welding atau material pad.

Tanggapan 8 : [email protected]

Maaf Pak Budi... e-mail saya bouncing... mohon kiranya pertanyaan saya ini di
sampaikan ke milist..
thanks

wah... jadi bingung nih... emang kalo di ASME V, yang termasuk NDT adalah leak test,...
hydrotest nggak termasuk... tapi gimana donk (tolong yang expert)... abis, kalau dibilang
destructive, tapi nyatanya vessel ditest tapi jangan sampai rusak... beda kan kalo ama
leak test... emang kalo dari batasannya, hydrostatic test lebih mengarah kepada
destructive test karena dia (hydrostatic test) limitasinya di batas bawah (the vessel shall

Page 6

deformasi, maka harus dipertimbangkan kembali deviasi dari roundness dan ini harus di
lakukan roundness test, dan umumnya jika deviasi telah mengalami 1% dari design,
maka ini harus di lakukan NC (non conformance).

Untuk uji non destructive (NDT), pada umumnya adalah radiografy, ultra sonic, dye
penetrant.

Untuk uji pneumatis pada intinya juga dapat di gunakan untuk mengganti uji hydrostatis,
dengan pertimbangan :

1. Untuk bejana tekan yang di design dan ditopang sedemikian sehingga tidak aman
untuk di isi dengan air.
2. Bejana tekan yang tidak mudah di keringkan, sedangkan dlm operasinya, apabila
masih ada sedikit air sisa uji hydrosatsis tidak di perbolehkan.

Demikian menurut pendapat saya, mungkin rekan- reakan lain dapat lebih memberikan
pencerahan.

Tanggapan 11 : wendy junaedi

dear all,
wah saya sebagai orang awam jadi ikut bingung nih, memang sejauh ini saya belum
mendapati standard/code
yg menyebutkan hydrostatic atopun pneumatic test didalam kategori NDT (kalo ada
rekan2 yg tau mohon informasinya), tp disisi lain hydrostatic atopun pneumatic tes untuk
piping dalam ASME B31.3 Chapter VI para 345 disebutkan bahwa tes ini diusahakan utk
tidak merusak material (mis. nominal pressure test atau longitudinal stress yg dihasilkan
dibawah yield strength-nya pada temperatur tes), dan lagi pula tes-nya pun dilakukan
secara bertahap (tdk langsung 1,5x design presure) sehingga,mengutip istilah pak
muhammad, kecil kemungkinan "meledak" , jadi?? Ah terserah ownernya ajalah.. :-)

Tanggapan 12 : [email protected]

Dear,

Sebaiknya kategory-nya disebutkan destructive test saja, karena jika terjadi kegagalan
(bukan tidak mungkin lho) -equipmentnya pasti rusak! Pertimbangan lainnya karena
tingkat fatalitasnya tinggi. Sekedar mengingatkan, test itu dilakukan mencapai batas
allowancenya (1.3 times of MAWP) - artinya pembebanan hingga mencapai kemampuan
maksimal. Siapa yang tahu kalau ternyata ada cacat kerja yang tidak terdeteksi?
Akibatnya tub barang bisa meleduk! Lebih bahaya lagi pada saat pneumatic test.

Saya pernah mendapat berita dari salah satu vendor shop yang ngerjain equipment,
pada waktu hydro test - temporary gasket (kalau nggak salah compressed graphite
gasket) yang dipakai pecah dan dengan menggunakan tekanan fluida di dalamnya -
pecahan itu terbang dengan kecepatan tinggi.
Bayangkan kalau kena operatornya....untungnya nggak. Itu baru gasketnya.
Maka itu sebabnya ketika pressure test, tidak diijinkan ada orang di sekitar equipment.
Di salah satu pabrik exchanger di Jepang (Plate & Frame), orang yang datang witness di
lokasikan sekitar 20-30an meter dari hydrotested exchanger pada saat test pressure. Itu
test pressurenya Cuma 10-11 kg/cm2g doang lho.

Page 8

nilai nilai tekanan tersebut. Mungkin ada istilah2 kita dengar, misalnya BURSTING
PRESSURE, MAXIMUM ALLOWABLE WORKING PRESSURE, WORKING
PRESSURE, FLOWING PRESSURE, RESIDUAL PRESSURE dan etc-etc pressure.
Kalau dlihat dari nilai2 tekanan yang diterapkan pada suatu pressure test, maka kita
dapat melihat resiko yang ada baik dari keselamatan lingkungan test atau juga dari
deformasi materialnya, sehingga apakah itu NDT atau DT dapat kita katagorikan sendiri.
Ini cumin tanggapan aja. Mohon juga pencerahannya dari rekan2 yang paham. Tksh

HYDROSTATIC PRESSURE TEST SAFETY CHECKLIST

Hydrostatic test is used for confirming mechanical integrity of installed pressure
vessels and pipe lines. It has to be completed before putting the pressure vessels and
pipe lines in use.
According to ASME Section VIII Division I, hydrostatic pressure is conducted at the
pressure of 1.5 times design pressure. If a vessel is design for holding 1.0 kg/cm2.g
pressure, the hydrostatic pressure test has to be done at 1.5 kg/cm2.g.
Hydrostatic test is also applied to existing equipments and pipe lines to check for
leakage after being repaired or maintained. Hydrostatic job number increases
during plant Turn Around period. Because at that time, most of equipments are
opened for checking, inspection, clean-up, repairing, replacing certain parts or
performing internal modification.
The use of high pressure is the main source of hazards associated with hydrostatic
pressure test. Hydrostatic test stores energy. High pressure could damage the facilities
and endanger worker’s safety. You should have included this into your own hazard
identification.
Safety Checklist
In order to prevent accident from hydrostatic test operation, we have to make good
preparation prior to do the test, during the pressurization process and depressurizing
operation. These jobs should be made in the form standard operating procedure. And
here are the safety checklists for each stage.
Hydrostatic test preparation:

1. Specification sheet of the equipments and or pipe line, which mentions pressure
and temperature designs are available and complete.

2. Hydrostatic test pressure and temperature standard are already clearly defined in
the related document.

3. Supported documents such as P&ID and isometric drawing are available and
conform to as built facilities at the field.

4. Pressure test planning has to be distributed to all relevant sections in the plant
site at least two days before the execution date.

5. Make good coordination among related sections that involve in the test.
6. All test equipments and tools shall be inspected for wear and damage.
7. Pressure measurement tools are calibrated and their statuses of calibration are

still valid.
8. Pressure gauges used in the test have enough capacity. The gauges are

recommended to have 150% of the maximum allowable working pressure.

http://chemicalplantsafety.net/hazard-recognition/hazard-and-hazard-recognition-methods
http://chemicalplantsafety.net/hazard-recognition/hazard-and-hazard-recognition-methods
http://chemicalplantsafety.net/hazard-recognition/hazard-and-hazard-recognition-methods
http://chemicalplantsafety.net/safety-inspection/safety-inspection-checklists

Similer Documents