Download Siklus Otto (Bensin) PDF

TitleSiklus Otto (Bensin)
File Size526.1 KB
Total Pages33
Table of Contents
                            a) Kelebihan Mesin Dua Tak
Dibandingkan mesin empat tak, mesin dua tak memiliki beberapa kelebihan:
1) Hasil tenaganya lebih besar dibandingkan mesin empat tak.
2) Mesin dua tak lebih kecil dan ringan dibandingkan mesin empat tak.
Kombinasi kedua kelebihan di atas menjadikan rasio berat terhadap tenaga (power to weight ratio) mesin dua tak lebih baik dibandingkan mesin empat tak.
3) Mesin dua tak lebih murah biaya produksinya karena konstruksinya yang sederhana.
Meskipun memiliki berbagai kelebihan, mesin ini sudah jarang digunakan dalam kendaraan-kendaraan terutama kendaraan mobil dikarenakan oleh beberapa kekurangan.
b) Kekurangan Mesin Dua Tak
a) Langkah 1
Piston bergerak dari TMA ke TMB, posisi katup masuk terbuka dan katup keluar tertutup, mengakibatkan udara (mesin diesel) atau gas (sebagian besar mesin bensin) terhisap masuk ke dalam ruang bakar. Proses udara atau gas sebelum masuk ke ruang bakar dapat dilihat pada sistem pemasukan.
b) Langkah 2
Piston bergerak dari TMB ke TMA, posisi katup masuk dan keluar tertutup, mengakibatkan udara atau gas dalam ruang bakar terkompresi. Beberapa saat sebelum piston sampai pada posisi TMA, waktu penyalaan (timing ignition) terjadi (pada mesin bensin berupa nyala busi sedangkan pada mesin diesel berupa semprotan (suntikan) bahan bakar).
c) Langkah 3
Gas yang terbakar dalam ruang bakar akan meningkatkan tekanan dalam ruang bakar, mengakibatkan piston terdorong dari TMA ke TMB. Langkah ini adalah proses yang akan menghasilkan tenaga.
d) Langkah 4
                        
Document Text Contents
Page 1

SIKLUS OTTO

1. Sejarah Mesin Otto (Mesin Bensin)

Nikolaus August Otto (14 Juni 1832 – 28 Januari 1891) ialah penemu mesin

pembakaran dalam asal Jerman. Sebagai lelaki muda ia mulai percobaan

dengan mesin gas dan pada 1864 ikut serta dengan 2 kawan untuk membentuk

perusahaannya sendiri. Perusahaan itu dinamai N. A. Otto & Cie., yang

merupakan perusahaan pertama yang menghasilkan mesin pembakaran dalam.

Perusahaan ini masih ada sampai kini dengan nama Deutz AG.

Mesin atmosfer pertamanya selesai pada Mei 1867. 5 tahun kemudian ia

disusul oleh Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach dan bersama mereka

ciptakan gagasan putaran empat tak atau putaran Otto.

Pertama kali dibuat pada 1876, tak itu merupakan gerakan naik atau turun

pada piston silinder. Paten Otto dibuat tak berlaku pada 1886 saat ditemukan

bahwa penemu lain, Alphonse Beau de Rochas, telah membuat asas putaran 4

tak dalam selebaran yang diterbitkan sendirian. Menurut studi sejarah terkini,

penemu Italia Eugenio Barsanti dan Felice Matteucci mempatenkan versi

efisien karya pertama dari mesin pembakaran dalam pada 1854 di London

(nomor paten 1072). Mesin Otto dalam banyak hal paling tidak diilhami dari

penemuan itu.

Mesin bensin atau mesin Otto dari Nikolaus Otto adalah sebuah tipe mesin

pembakaran dalam yang sering digunakan dalam mobil, pesawat, atau alat

1 | P a g e

http://id.wikipedia.org/wiki/14_Juni
http://id.wikipedia.org/wiki/London
http://id.wikipedia.org/wiki/1854
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Felice_Matteucci&action=edit&redlink=1
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Eugenio_Barsanti&action=edit&redlink=1
http://id.wikipedia.org/wiki/Alphonse_Beau_de_Rochas
http://id.wikipedia.org/wiki/1886
http://id.wikipedia.org/wiki/1876
http://id.wikipedia.org/wiki/Putaran_empat_tak
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Wilhelm_Maybach&action=edit&redlink=1
http://id.wikipedia.org/wiki/Gottlieb_Daimler
http://id.wikipedia.org/wiki/1867
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mesin_atmosfer&action=edit&redlink=1
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Deutz_AG&action=edit&redlink=1
http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_pembakaran_dalam
http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=N._A._Otto_%26_Cie.&action=edit&redlink=1
http://id.wikipedia.org/wiki/1864
http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_pembakaran_dalam
http://id.wikipedia.org/wiki/Mesin_pembakaran_dalam
http://id.wikipedia.org/wiki/1891
http://id.wikipedia.org/wiki/28_Januari
http://id.wikipedia.org/wiki/1832

Page 32

T 4=2656 K ( 18,5 )
1,4−1

T 4=1128,39K

Proses 4-1:

Qout=cv(T4−T 1)

Qout=0,718
kJ
kg

. K x (1128,39−300 ) K

Qout=594,78 kJ /kg

a. Kerja Netto Siklus
W net=Q¿−Qout

W net=(1400−594,78 )kJ /kg

W net=805,22 kJ /kg

b. Efisiensi Thermal Siklus η=
W net
Q¿

η=
805,22 kJ /kg
1400 kJ /kg

η=0,575=57,5

c. Mean Effective Pressure (MEP)

MEP=
W siklus

(v1−v2 )
=

W siklus

v2(1−
v2
v1 )

=
W siklus

v2(1−1r )
Untuk harga v1 dapat ditentukan berdasarkan persamaan gas idel

PV = nRT atau PV = RT

v1=
RT1
p

32 | P a g e

Similer Documents