Download Ringkasan EKMA4111 Pengantar Bisnis Modul 2.doc PDF

TitleRingkasan EKMA4111 Pengantar Bisnis Modul 2.doc
File Size197.3 KB
Total Pages12
Document Text Contents
Page 6

Modul 2 : Bentuk-bentuk Badan Usaha, Proses Manajemen dan Kewirausahaan
a. Contingency planning
pada dasarnya memang dibuat untuk menghadapi perubahan yang
mungkin terjadi sehingga perusahaan dapat melanjutkan operasinya
dengan cepat dan lancar setelah terjadi kejadian yang tidak
diharapkan. Banyak perusahaan telah mengembangkan strategi
manajemen untuk mempercepat pemulihan dari kejadian yang tidak
diharapkan, seperti kebakaran pabrik, kebocoran bahan kimia, cacat
produk, dan kegagalan produk. Perencanaan ini juga mencakup
pelatihan karyawan untuk mengatasi kejadian darurat,

b. Crisis management atau manajemen krisis.
Krisis adalah suatu keadaan darurat atau tak terduga yang
membutuhkan respons secepatnya. Manajemen krisis kemudian
mencakup berbagai metode untuk menghadapi suatu kondisi
darurat tersebut. antara lain dengan pelatihan krisis, pembangunan
gudang rahasia untuk penyimpanan darurat, penggunaan asuransi
penanggulangan bencana, dan lainnya.

B. PROSES MANAJEMEN

1. Planning (Perencanaan)
Perencanaan adalah merumuskan apa yang dibutuhkan oleh
organisasi
dan bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut. Proses
perencanaan ini
pada dasarnya, meliputi 3 kegiatan utama, yaitu merumuskan
tujuan
yang akan dicapai oleh perusahaan, merumuskan strategi yang
menyeluruh untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai oleh
perusahaan,
dan merumuskan langkah-langkah perencanaan untuk
mengimplementasikan
strategi perusahaan.

2. Organizing (Pengorganisasian)
Pengorganisasian merupakan proses manajemen yang menetapkan
cara
terbaik dalam mengatur sumber daya dan aktivitas suatu organisasi
menjadi suatu struktur yang logis.

3. Directing (Pengarahan)
Para manajer memiliki kekuatan untuk memberi perintah dan
mengharapkan hasil. Adapun pengarahan (directing) mencakup
berbagai aktivitas yang rumit. Ketika melakukan directing, manajer
bekerja untuk mengarahkan dan memotivasi karyawan untuk
memenuhi tujuan perusahaan. Salah satu bentuk directing adalah
mendengarkan keluhan karyawan, memberi respon dengan segera
baik pada karyawan maupun perusahaan.

4. Controlling (Pengendalian)
Pengendalian merupakan proses manajemen untuk memonitor
kinerja
organisasi untuk menjamin proses berjalan sesuai tujuan.

Secara umum dapat dijelaskan walaupun fungsi manajer adalah
meliputi
semua aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan
pengawasan, namun tidak setiap manajer memiliki derajat atau
tingkatan
tanggung jawab yang sama terhadap aktivitas-aktivitas tersebut.
Hal ini
dijelaskan dalam pembahasan berikut, yaitu mengenai tingkatan
manajer dan
lingkup manajemen.

C. TINGKATAN MANAJER

1. Top managers,
yaitu manajer yang bertanggung jawab pada dewan
komisaris dan direktur untuk keseluruhan kinerja dan tujuan serta
target
perusahaan. Tugas dan tanggung jawab top manager adalah untuk
merumuskan strategi perusahaan dan perencanaan yang akan
diterapkan oleh manajer dan karyawan di tingkat yang lebih rendah.

2. Middle managers. Middle manager
adalah level manajer yang bertanggung jawab untuk
mengimplementasikan dan mengontrol pelaksanaan strategi dan

Qibal Learning Institute M - 2 12

Page 7

Modul 2 : Bentuk-bentuk Badan Usaha, Proses Manajemen dan Kewirausahaan
perencanaan yang dirumuskan oleh manajer puncak. Beberapa
jabatan untuk posisi ini, misalnya plant manager
(manajer pabrik), operations manager (manajer operasi), atau
division manager (manajer divisi). Ada pula yang disebut group
head atau kepala
cabang. Middle manager memegang peranan penting dalam
mensosialisasikan perencanaan pada karyawan yang ada di bawah.
Fungsi middle manager menjadi sangat menentukan karena mereka
adalah pihak yang akan mengontrol secara internal semua kebijakan
perusahaan.

3. First Line Manajer.
Contoh dari beberapa jabatan dalam manajer lini pertama adalah
supervisor/penyelia, pimpinan kelompok (group leader), dan office
manager. Manajer lini pertama ini adalah pihak yang paling sering
berhubungan dengan karyawan. Walaupun manajer ini lebih banyak
berhubungan dengan pekerjaan sehari-hari, tetapi bukan berarti
mereka tidak terlibat dalam proses perencanaan dan controlling.

D. LINGKUP MANAJEMEN

Pada perusahaan-perusahaan besar, manajer puncak, menengah
maupun
manajer lini pertama bekerja di berbagai bidang termasuk sumber
daya
manusia (SDM), operasi, pemasaran, informasi, dan keuangan, yang
dijelaskan sebagai berikut:

1. Manajer SDM. Sebagian besar perusahaan memiliki bagian
sumber daya
manusia yang mengurus bagian penilaian, kompensasi, training
karyawan.
2. Manajer operasi. Manajer operasi berkaitan dengan bagaimana
produksi
dan operasi perusahaan dapat berjalan baik.
3. Manajer pemasaran.
4. Manajer informasi.
5. Manajer keuangan.
6. Manajer di bidang lain. Selain bidang-bidang di atas, masih ada
beberapa

bidang manajemen lain karena setiap perusahaan memiliki
perbedaan
fungsi, sub-fungsi maupun divisi yang berbeda-beda,

E. KEAHLIAN MANAJER

Walaupun jumlah posisi manajerial hampir tidak terbatas, namun
kesuksesan atau keberhasilan orang-orang yang menduduki jabatan
tersebut
sering kali terhambat oleh keterbatasan keterampilan atau skill &
kemampuan

1. Keahlian Teknikal (Technical Skill).
Keahlian teknikal atau teknis adalah keahlian khusus yang harus
dimiliki oleh seorang manajer berkaitan dengan tanggung jawab
utama yang harus dijalankan.

2. Keahlian Hubungan Manusia (Human Relation Skill). Manajer
berkaitan
dengan mengarahkan dan mengontrol agar orang-orang yang ada di
dalam perusahaan bertindak untuk mencapai tujuan perusahaan.
Untuk
mensosialisasikan visi, misi hingga program perusahaan dibutuhkan
keahlian untuk berkomunikasi dengan berbagai orang yang terlibat
dalam perusahaan.

3. Keahlian Konseptual (Conceptual Skill).
Keahlian konseptual adalah keahlian untuk berpikir abstrak,
menganalisis, dan mendiagnosis dan mengambil keputusan yang
tepat sesuai dengan keadaan yang terjadi. Keahlian konseptual ini
akan menentukan kemampuan perusahaan dalam menghadapi
setiap masalah yang timbul dalam perusahaan.

4. Keahlian Pengambilan Keputusan (Decision Making Skill):

a. Mendefinisikan masalah, mengumpulkan fakta, dan
mengidentifikasi berbagai alternatif solusi dari berbagai
masalah
yang mungkin akan dihadapi oleh perusahaan.
b. Mengevaluasi berbagai alternatif yang ada, serta memilih
alternatif
yang terbaik.

Qibal Learning Institute M - 2 13

Page 11

Modul 2 : Bentuk-bentuk Badan Usaha, Proses Manajemen dan Kewirausahaan
Para ibu rumah tangga mencoba membantu suaminya dalam hal
keuangan
6. The Society Refugee. Anggota masyarakat yang tidak setuju
dengan
kondisi lingkungannya biasanya akan mencoba menjalankan
usaha yang
tidak terikat dengan lingkungan yang ada.
7. The Educational Refugee. Banyak orang yang gagal dalam
studinya atau
mereka tidak cocok dengan sistem pendidikan yang ada, menjadi
terpacu
untuk berwirausaha.

H. KEWIRAUSAHAAN DAN USAHA KECIL-MENENGAH

Kewirausahaan memang tidak selalu identik dengan usaha
kecilmenengah
(UKM). Namun, sudah sejak lama kewirausahaan dianggap
sebagai faktor pendorong utama di balik pertumbuhan ekonomi di
berbagai
negara.

I. PENGERTIAN USAHA KECIL

1. Jasa.
2. Retailing. Perusahaan yang bergerak di bidang ini melakukan
usaha
dengan menjual barang yang diproduksi oleh perusahaan lain.
3. Distribusi (Grosir).
4. Pertanian (Agribisnis).
5. Produksi (Manufaktur). dengan skala produksi yang lebih terbatas.

K. BEBERAPA ALASAN KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN
USAHA KECIL

keberhasilan dalam berwirausaha:

1. Kerja keras, kekuatan tekad, dan dedikasi.
2. Berhasil memenuhi permintaan pasar.
3. Kemampuan manajemen.

alasan gagalnya usaha kecil adalah sebagai berikut.:

1. Kurangnya pengalaman dan kemampuan dalam mengelola bisnis.
2. Lemahnya sistem kontrol.
3. Kurang modal.

L. PERENCANAAN STRATEGIS BAGI WIRAUSAHA

Banyak orang beranggapan bahwa strategi bisnis hanya berlaku
bagi perusahaan besar. Padahal untuk bisa bertahan di tengah
lingkungan atau pasar yang ketat persaingannya, sebuah
perusahaan kecil perlu memfokuskan sumber dayanya yang
terbatas untuk mengatasi masalah tersebut.
usaha yang sedang berkembang pesat dengan pertumbuhan jumlah
personel dan operasi pasarnya, perlu memformalkan
perencanaannya karena:

1. Tingkat ketidakpastian,
2. Tingkat persaingan
3. Jumlah dan jenis pengalaman wirausaha

Perencanaan formal pada dasarnya terbagi 2, yaitu perencanaan
strategi
dan perencanaan operasional.
Dalam perencanaan strategis terdapat 5 langkah yang harus diikuti:

1. Menguji/menganalisis lingkungan internal perusahaan dan
lingkungan
eksternal
2. Memformulasikan strategi perusahaan jangka panjang dan
pendek
3. Menerapkan rencana strategi (program, anggaran, prosedur).
4. Mengevaluasi kinerja strategi.
5. Melakukan follow up (menindaklanjuti) umpan balik atau
feedback yang
berkesinambungan.

terdapat 5 faktor mendorong kegiatan manajemen strategis suatu
perusahaan yang sedang berkembang:

Qibal Learning Institute M - 2 17

Similer Documents