Download Referat Retinopati DM Fix PDF

TitleReferat Retinopati DM Fix
File Size763.2 KB
Total Pages28
Table of Contents
                            Laboratorium
Glukosa puasa dan Hemoglobin A1c (HbA1c) merupakan tes laboratorium yang sangat penting yang dilakukan untuk membantu mendiagnosis diabetes. Kadar HbA1c juga penting pada monitor jangka panjang perawatan pasien dengan diabetes dan retinopati diabetik. Mengontrol diabetes dan mempertahankan level HbA1c pada kisaran 6-7% merupakan sasaran pada manajemen optimal diabetes dan retinopati diabetik. Jika kadar normal dipertahankan, maka progresi dari retinopati diabetik bisa berkurang secara signifikan.12
Pencitraan
Prinsip penatalaksanaan yang utama adalah pengendalian glukosa secara intensif pada pasien dengan DM tergantung insulin (IDDM) menurunkan insidensi dan progresi retinopati DM. Faktanya, ADA menyarankan bahwa semua diabetes (NIDDM dan IDDM) harus mempertahankan level hemoglobin terglikosilasi kurang dari 7% untuk mencegah atau paling tidak meminimalkan komplikasi jangka panjang dari DM termasuk retinopati DM.12
Terapi Bedah Fotokoagulasi
Untuk proliferative retinopati DM biasanya diindikasikan pengobatan dengan fotokoagulasi panretina laser argon, yang secara bermakna menurunkan kemungkinan perdarahan masif korpus vitreum dan pelepasan retina dengan cara menimbulkan regresi dan sebagian kasus dapat menghilangkan pembuluh-pembuluh baru tersebut. Kemungkinan fotokoagulasi panretina laser argon ini bekerja dengan mengurangi stimulus angiogenik dari retina yang mengalami iskemik. Tekniknya berupa pembentukan luka-luka bakar laser dalam jumlah sampai ribuan yang tersebar berjarak teratur di seluruh retina, tidak mengenai bagian sentral yang dibatasi oeh diskus dan pembuluh vaskular temporal utama.5,12
Berat Retinopati
Edema makula yang bermakna klinis
Follow up (bulan)
Panretinal photocoagulation lase
Fluoresein angiography
Focal dan/ atau grid laser
Normal atau NPDR minimum
Tidak ada
12
Tidak dikerjakan
Tidak dikerjakan
Tidak dikerjakan
NPDR ringan hingga sedang
Tidak ada
6-12
Tidak dikerjakan
Tidak dikerjakan
Tidak dikerjakan
Ada
Biasanya
Biasanya
NPDR berat
Tidak ada
2-4
Terkadang
Jarang
Tidak dikerjakan
Ada
Biasanya
Biasanya
PDR risiko rendah
Tidak ada
2-4
Terkadang
Jarang
Tidak dikerjakan
Ada
Biasanya
Biasanya
PDR risiko tinggi
Tidak ada
2-4
Biasanya
Jarang
Tidak dikerjakan
Ada
Biasanya
Biasanya
PDR inaktif
Tidak ada
6-12
Tidak dikerjakan
Tidak dikerjakan
Biasanya
Ada
2-4
Biasanya
Vitrektomi
Vitrektomi dini perlu dilakukan pada pasien yang mengalami kekeruhan vitreus dan yang mengalami neovaskularisasi aktif. Vitrektomi dapat juga membantu bagi pasien dengan neovaskularisasi yang ekstensif atau yang mengalami proliferasi fibrovaskular serta pada pasien dengan ablasio retina, RDP berat, dan perdarahan vitreus yang tidak mengalami perbaikan.13
Kontrol Hipertensi
Untuk mengetahui pengaruh hipertensi terhadap retinopati diabetik, UK Prospective Diabetes Study (UKPDS) menganalisis pasien diabetes tipe 2 yang dilakukan kontrol tekanan darah secara ketat dibanding dengan kontrol tekanan darah sedang melalui pengamatan selama 8 tahun. Kelompok pasien dengan kontrol tekanan darah secara ketat mengalami penurunan risiko progresifitas retinopati sebanyak 34%.13
Diet
Aktivitas
                        
Document Text Contents
Page 2

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................i

DAFTAR ISI............................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................3

2.1 DEFINISI.......................................................................................................3

2.2 EPIDEMIOLOGI...........................................................................................3

2.3 ETIOPATOGENESIS.....................................................................................4

2.4 PATOFISIOLOGI...........................................................................................6

2.5 KLASIFIKASI.............................................................................................10

2.6 GEJALA KLINIS.........................................................................................11

2.7 PEMERIKSAAN KLINIS...........................................................................13

2.8 DIAGNOSIS BANDING.............................................................................16

2.9 PEMERIKSAAN PENUNJANG.................................................................16

2.10 PENATALAKSANAAN............................................................................17

2.11 PROGNOSIS..............................................................................................20

BAB III KESIMPULAN.......................................................................................21

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................22

2

Page 27

DAFTAR PUSTAKA

1. Price,S, Lorraine MW. Patofisiologi, Konsep Klinis Proses-Proses

Penyakit. Edisi ke-6. Jakarta; EGC; 2006.

2. Departemen Kesehatan Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2012.

Available at :http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-

kesehatan-indonesia/profil-kesehatan-indonesia-2012.pdf. Accessed June

13, 2015.

3. Rodriguez-Fontal M, Kerrison JB, Alfaro DV, Jablon EP. Metabolic

control and diabetik retinopathy. Curr Diabetes Rev. Feb 2009;5(1):3-7.

4. Klein R, Knudtson MD, Lee KE, Gangnon R, Klein BE. The Wisconsin

Epidemiologic Study of Diabetik Retinopathy XXIII: the twenty-five-year

incidence of makular edema in persons with type 1

diabetes.Ophthalmology. Mar 2009;116(3):497-503.

5. Crick RP., Khaw PT. A Text Book of Clinical Ophtalmology.3rd edition.

Singapore: World Scientific Publishing Co. Pte. Ltd. 2003.

6. American Diabetes Association. Diabetik Retinopathy. Available at:

http://care.diabetesjournals.org/content/25/suppl_1/s90.full.pdf. Accessed

June 13, 2015.

7. World Health Organization. Global Data On Visual Impairments 2010.

Available at:

http://www.who.int/blindness/GLOBALDATAFINALforweb.pdf.

Accessed June 13, 2015.

8. Victor, Arus, Andi., 2008, Retinopati Diabetik Penyebab Kebutaan Utama

Penderita Diabetes, Departemen Mata FKUI/RSCM, Jakarta.

9. Ryder B. Combined Modalities Seem To Provide The Best Opinion.

Screening for Diabetik Retinopathy 1995 Jul 22 (Citied 2011 Des 22).

Available from: http://www.bmj.com/content/311/6999/207.extract.

27

http://www.bmj.com/content/311/6999/207.extract
http://www.who.int/blindness/GLOBALDATAFINALforweb.pdf

Similer Documents