Download program analisis stabilitas lereng PDF

Titleprogram analisis stabilitas lereng
LanguageEnglish
File Size602.9 KB
Total Pages55
Document Text Contents
Page 1

LAPORAN TUGAS AKHIR



PROGRAM ANALISIS STABILITAS LERENG
SLOPE STABILITY ANALYSIS PROGRAM


Diajukan untuk memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan
pendidikan Tingkat Sarjana (S1) pada Jurusan Teknik Sipil

Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Semarang


















Disusun Oleh :

SUSI HIDAYAH

L2A 003 138

YOHAN ROY GRATIA

L2A 003 152





JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG

2007

Page 27

longsor dibagi menjadi beberapa irisan tegak. Lebar dari setiap irisan tidak harus

sama. Dengan meninjau satu satuan tebal tegak lurus irisan melintang lereng

seperti Gambar (2.7), gaya-gaya yang bekerja pada irisan tertentu (irisan no. n)

ditunjukkan pada Gambar (2.8). Wn adalah berat irisan. Gaya-gaya Nr dan Tr
adalah komponen tegak dan sejajar dari reaksi R. Pn dan Pn+1 adalah gaya normal

yang bekerja pada sisi-sisi irisan. Demikian pula, gaya geser yang bekerja pada

sisi irisan adalah Tn dan Tn+1. Secara sederhana, tegangan air pori diasumsikan

nol. Gaya Pn, Pn+1, Tn dan Tn+1 sulit untuk ditentukan. Akan tetapi kita dapat

membuat suatu asumsi pendekatan bahwa besarnya resultan dari Pn dan Tn adalah

sama besar dengan resultan dari Pn+1 dan Tn+1 dan juga garis-garis kerjanya

segaris (Braja M. Das, 2002).

Untuk pengamatan kesetimbangan

Nr = Wn cos n (2.18)

Gaya geser perlawanan dapat ditunjukkan dengan

( )
( )

[ ] n
ss

nf
nd LcFF

L
LTr ∆+=


=∆= φσ
τ

τ tan
1

(2.19)

Tegangan normal, σ pada persamaan 14.9 sama dengan


n

nn

n

r

L
W

L
N


=


αcos

(2.20)

Untuk keseimbangan blok percobaan ABC, momen gaya dorong terhadap titik O

adalah sama dengan momen gaya perlawanan terhadap titik O, atau

( )( )rL
L

W
c

F
rW n

pn

n n

nn

s
n

pn

n
n ∆⎟⎟




⎜⎜





+= ∑∑
=

=

=

= 11
tan

cos1
sin φ

α
α

atau


( )




=

=

=

=

⋅+∆
=

pn

n
nn

pn

n
nnn

s

W

WLc
F

1

1

sin

tancos

α

φα
(2.21)

Catatan : nL∆ dalam Persamaan (2.21) diperkirakan sama dengan
n

nb
αcos
)(



dengan bn = lebar potongan nomor n.

Page 28

Gambar 2.7. Permukaan bidang yang dicoba


Gambar 2.8. Gaya yang bekerja pada irisan nomor n



Harga αn adalah positif jika lereng bidang longsor yang merupakan sisi

bawah dari irisan, berada pada kwadran yang sama dengan lereng muka tanah

yang merupakan sisi atas dari irisan. Untuk mendapatkan angka keamanan yang

minimum yaitu angka keamanan untuk lingkaran kritis, beberapa percobaan

dibuat dengan cara mengubah letak pusat lingkaran yang dicoba. Metode ini

Page 54

V-1

BAB V

PENUTUP


5.1. KESIMPULAN

Dari hasil analisis berbagai kasus stabilitas lereng dengan menggunakan

Program Analisis Stabilitas Lereng maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai

berikut :

1. Perhitungan faktor keamanan stabilitas lereng membutuhkan ketelitian dan

membutuhkan proses iterasi sehingga diperoleh angka keamanan yang paling

minimum. Dengan program stabilitas lereng ini dapat mempermudah dan

mempersingkat waktu dalam perhitungan faktor keamanan suatu lereng.

2. Dengan hasil faktor keamanan kritis yang diperoleh dari program cukup

akurat dan lebih konservatif.

3. Program ini dapat digunakan untuk menyelesaikan kasus stabilitas lereng

dengan multilayer.

4. Program ini cukup baik, efisien dan teliti untuk dipakai dalam analisis

stabilitas lereng dengan tingkat kesalahan rata-rata 1.57%.



5.2. SARAN

1. Pengembangan program perlu dilanjutkan pada kasus lereng yang lebih

kompleks dilengkapi dengan metode perkuatan yang dapat digunakan.

2. Perlu dikembangkan program analisis perhitungan untuk lereng dengan

geometri yang lebih bervariasi dan pendekatan pemodelan lereng yang sesuai

atau mendekati dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

3. Program belum memperhitungkan pengaruh air tanah, beban dan retak

permukaan sehingga program perlu dikembangkan lebih lanjut agar dapat

menyelesaikan kasus-kasus stabilitas lereng yang lebih kompleks.

Page 55

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pekerjaan Umum. (1987). Petunjuk Perencanaan Penganggulangan

Longsoran, SKBI – 2.3.06., Yayasan Badan Penerbit PU.

Gulhati, Shashi K. and Datta, Manoj. (2005). Geotechnical Engineering, Tata

McGraw-Hill Publishing Company : New Delhi.

Journal of Geotechnical and Geoenvironmental Engineering ASCE /September

2003 page 819-821.

Journal of Geotechnical and Geoenvironmental Engineering ASCE/February 2003

Page 118-121.

M. Das, Braja. (2002).Principles of Geotechnical Engineering, Edisi ke- 5,

Wadswoth Group : USA.

Sosrodarsono, Suyono. (2000). Mekanika Tanah dan Teknik Pondasi, PT. Pradnya

Paramita : Jakarta.

Similer Documents