Download Paper Teori Akuntansi Revenue and Recognition PDF

TitlePaper Teori Akuntansi Revenue and Recognition
File Size260.4 KB
Total Pages20
Document Text Contents
Page 11

a. Pengakuan Pada Titik Penyerahan (at point of delivery) – Perusahaan atau

seseorang hanya mengakui pendapatan ketika barang/jasa diserahkan ke

pembeli atau pelanggan

b. Pengkuan Pada Saat Pembayaran (at time of payment) – Bisa dibilang prosedur

yang kedua ini merupakan penyempurna prosedur yang pertama di atas. Di sini

disebutkan bahwa: meskipun barang/jasa telah diserahkan secara penuh (dan

risiko yang melekat pada barang/jasa telah berpindah ke pembeli), jika kepastian

pembayaran belum diperoleh, maka pendapatan belum bisa diakui.

3. Disamping 2 ketentuan utama tadi, IFRS juga menyertakan beberapa ketentuan

tambahan—yang mungkin membuat ketetuan pengakuan pendapatan versi IFRS ini

menjadi lebih gamblang. Dalam ketentuan tambahan, pendapatan dapat diakui oleh

seorag penjual barang/jasa bila:

a. Tidak Ada Kewajiban Membantu Pembeli Untuk Menjual – Penjual bisa

mengakui pendapatan bila tidak memiliki kewajiban untuk membantu pembelinya

dalam menjual kembali barangnya kepada pihak ketiga. Dengan kata lain,

kewajiban berakhir saat barang diserahkan ke pembeli. Dalam kasus konsinyasi

misalnya, suatu perusahaan belum bisa mengakui pendapatan pada saat

mengirimkan barangnya ke toko, melainkan masih harus menunggu hingga pihak

tokonya berhasil menjual barang tersebut kepada konsumen akhir.

b. Kerusakan Barang Tidak Mempengaruhi Komitmen Pembayaran – Penjual

bisa mengakui pendapatan bila kerusakan setelah penyerahan tidak

mempengaruhi komitmen pembeli untuk membayar secara penuh. Dalam kasus

penjualan barang bergaransi, penjual bisa memilih salah satau cara berikut ini:

1) Pendapatan diakui ketika barang diserahkan, asalkan porsi ‘potensi-beban-

atas-garansi’ sudah dialokasikan ke dalam harga jual dan mengakui kewajiban

garansi (secara terpisah) saat pengakuan pendapatan dilakukan

2) Pendapatan diakui setelah masa garansi berakhir, sehingga ketahuan

berapa porsi garansi yang harus dibebankan

c. Transaksi Jual-beli Harus Dengan Entitas Lain – Dalam pengertian tidak

memiliki hubungan istimewa (misal: perusahaan induk dengan cabang). Transaksi

Page 19

dilakukan dalam proyek ini adalah untuk fokus pada perubahan nilai aktiva dan

kewajiban daripada penyelesaian proses memperoleh laba.

2. Reporting financial performances

Menurut IASB, pendapatan dihasilkan dari perubahan nilai aset. Pendekatan ini

mencerminkan standar Australia sebelum 2005. AASB 1038 Life Insurance Business

mensyaratkan unrealised gain or losses muncul dari perubahan nilai aset yang

berkaitan dengan Life Insurance Business untuk diakui sebagai pendapatan dan

beban dalam periode ketika hal tersebut terjadi. AASB 1037 Self-Generating and

Regenerating Assets mensyaratkan bahwa perubahan nilai biological assets dan

produk non-living termasuk dalam laporan laba rugi. Dengan cara ini, item yang tidak

terpisahkan untuk menilai kinerja suatu entitas lebih tepat termasuk dalam laporan

laba rugi periode berjalan daripada diakui dalam periode berikutnya. Pendekatan ini

ditujukan untuk memberikan informasi untuk membantu pengguna laporan keuangan

memprediksi kinerja masa depan. Hal ini memberi cerminan kepada pembuat

standar bahwa keuntungan dan kerugian, baik yang telah terealisasi maupun yang

belum, diakui dalam periode berjalan.

Dibawah standar IASB yang diadopsi di Australia sejak 1 Januari 2005, gain and

losses yang timbul dari remeasurement assets dapat dimasukkan dalam pendapatan

(melalui laporan laba rugi) atau langsung dalam ekuitas (melalui laporan perubahan

ekuitas). Standar yang memungkinkan atau memerlukan pengukuran aset yaitu IAS

16/AASB 116 Property, Plant and Equipment, IAS 39/AASB 139 Financial

Instruments: Recognition and Measurement, IAS 40/AASB 140 Investment Property,

IAS 41/AASB 141 Agriculture and IAS 19/AASB 119 Employee Benefits.

Penggunaan pengukuran nilai wajar yang lebih besar dalam standar berarti bahwa

keuntungan dan kerugian diakui pada periode di mana mereka terjadi, terlepas dari

apakah terealisasi atau tidak. akibatnya, FASB dan IASB telah mengalihkan

perhatian mereka ke bagaimana cara terbaik untuk menampilkan informasi tentang

item pendapatan dalam laporan keuangan suatu entitas.

REFERENSI

[1] IASPLus
http://www.iasplus.com/en/standards

Similer Documents