Download Makalah Kelompok 11 Bintang Dan Dinamikanya 1 PDF

TitleMakalah Kelompok 11 Bintang Dan Dinamikanya 1
File Size799.6 KB
Total Pages33
Table of Contents
                            Daftar Konstelasi (Rasi Bintang)
                        
Document Text Contents
Page 2

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan begitu banyak rizki dan hidayah-Nya kepada kita semua.
Shalawat dan salam selalu kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Besar
Muhammad SAW, sebagai Rahmatan lil’alamin yang telah membawa umat
manusia dari jalan kegelapan menuju kehidupan yang mendapat sinar illahi
seperti sekarang ini.

Alhamdulillah makalah yang berjudul “Binatang dan Dinamikanya”
ini dapat diselesaikan semata-mata atas kehendak-Nya dan rahmat serta
cinta kasih-Nya yang berlimpah. Rasa syukur kami atas kemurahan-Nya
karena telah diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini.

Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan makalah ini
yang tidak dapat disebutkan satu persatu, secara khusus penulis ingin
menyampaikan terima kasih kepada bapak Syuhendri, S.Pd., M.Pd selaku
dosen pengasuh mata kuliah IPBA yang telah membimbing kami dalam mata
kuliah ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak
kekurangan, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran
yang membangun. Dan semoga dengan terselesaikannya penyusunan
makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Inderalaya, Desember 2012

(Penulis)

Page 16

atau dengan pendekatan untuk vr<<c dapat digunakan versi nonrelativistik
yaitu:

Kebanyakan gerak bintang-bintang yang dapat diaamati geraknya
memiliki kelajuan yang jauh di bawah kelajuan cahaya, sehinggi kita
gunakan saja persamaan yang kedua. Penting untuk mengetahui kecepatan
bintang dan galaksi umumnya dinyatakan dalam km/s.

Kecepatan Tangensial

Kecepatan tangensial adalah kecepatan gerak bintang pada bola
langit. Misalkan pada suatu tahun, bintang tersebut berada pada α,δ sekian,
namun pada tahun berikutnya posisinya berubah. Perubahan koordinat
dalam tiap tahun ini disebut proper motion (μ) yang merupakan kecepatan
sudut bintang (perubahan sudut per perubahan waktu). Kecepatan liniernya
dinyatakan dalam satuan kilometer per detik. Kecepatan linier inilah yang
dikatakan kecepatan tangensial, yang dapat dicari dengan menggunakan
rumus keliling lingkaran. Misal perubahan posisi bintang dari x ke x’, yaitu
sebesar μ (detik busur) setiap tahunnya.

Perhatikan gambar:

d (parsec) dan μ (“)

http://3.bp.blogspot.com/_N4F0d18jDnI/TRv0BfhUbxI/AAAAAAAAAOs/Csqzg35ECC8/s1600/image002.gif
http://3.bp.blogspot.com/_N4F0d18jDnI/TRv0Bw3s2oI/AAAAAAAAAOw/2mmrjak7mUI/s1600/image004.gif

Page 17

kita juga memiliki hubungan d = 1/p untuk d dalam parsec dan p dalam detik
busur

Keliling = 360 º = 1296000”

Keliling = 2πd = 2π/p

dan mengingat definisi kecepatan sudut, v = ω d, maka:

Kecepatan Total

Di atas kita telah membahas kecepatan bintang dalam arah radial dan
tangensial, sekarang kita akan mencari kecepatan total bintang, v. Karena
arah sumbu radial dan tangensial tegak lurus, maka dengan mudah kita
dapat menyelesaikannya menggunakan dalil Pythagoras atau trigonometri.
Ingatlah sudut yang dibentuk antara sumbu radial dan vektor kecepatan
bintang disebut sudut β.

http://1.bp.blogspot.com/_N4F0d18jDnI/TRv0DktdYHI/AAAAAAAAAO4/Ba0iCwLq3D8/s1600/image010.gif
http://1.bp.blogspot.com/_N4F0d18jDnI/TRv0EHhabRI/AAAAAAAAAO8/e8w-G0_2MG8/s1600/image012.gif
http://4.bp.blogspot.com/_N4F0d18jDnI/TRv0Eww2n6I/AAAAAAAAAPA/1hixoTNXwio/s1600/image014.gif
http://4.bp.blogspot.com/_N4F0d18jDnI/TRv0FdNTuOI/AAAAAAAAAPE/BuvRPUtdQdY/s1600/image016.gif

Page 32

BAB III
PENUTUPAN

KESIMPULAN
Matahari atau juga disebut Surya (dari nama Dewa " Surya " - Dewa

Matahari dalam kepercayaan Hindu) adalah bintang terdekat dengan
Bumi dengan jarak rata-rata 149.680.000 kilometer (93.026.724 mil).
Matahari serta kedelapan buah planet (yang sudah diketahui/ditemukan oleh
manusia) membentuk Tata Surya. Matahari dikategorikan
sebagai bintang kecil jenis G.

Matahari adalah bintang terdekat dengan Bumi dengan jarak rata-rata
149.680.000 kilometer (93.026.724 mil). Matahari serta kedelapan buah
planet (yang sudah diketahui/ditemukan oleh manusia) membentuk Tata
Surya.

Matahari adalah suatu bola gas yang pijar dan ternyata tidak
berbentuk bulat betul. Matahari mempunyai katulistiwa dan kutub karena
gerak rotasinya. Garis tengah ekuatorialnya 864.000 mil, sedangkan garis
tengah antar kutubnya 43 mil lebih pendek. Matahari merupakan anggota
Tata Surya yang paling besar, karena 98% massa Tata Surya terkumpul pada
matahari.

Di samping sebagai pusat peredaran, matahari juga merupakan pusat
sumber tenaga di lingkungan tata surya. Matahari terdiri dari inti dan tiga
lapisan kulit, masing-masing fotosfer, kromosfer dan korona. Untuk terus
bersinar, matahari, yang terdiri dari gas panas menukar zat hidrogen dengan
zat helium melalui reaksi fusi nuklir pada kadar 600 juta ton, dengan itu
kehilangan empat juta ton massa setiap saat.

Matahari dipercayai terbentuk pada 4,6 miliar tahun lalu. Kepadatan
massa matahari adalah 1,41 berbanding massa air. Jumlah tenaga matahari
yang sampai ke permukaan Bumi yang dikenali sebagai konstan surya
menyamai 1.370 watt per meter persegi setiap saat. Matahari sebagai pusat
Tata Surya merupakan bintang generasi kedua. Material dari matahari
terbentuk dari ledakan bintang generasi pertama seperti yang diyakini oleh
ilmuwan, bahwasanya alam semesta ini terbentuk oleh ledakan big bang
sekitar 14.000 juta tahun lalu.

http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang
http://id.wikipedia.org/wiki/Tata_Surya
http://id.wikipedia.org/wiki/Kilometer
http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi
http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang
http://id.wikipedia.org/wiki/Hindu
http://id.wikipedia.org/wiki/Kepercayaan
http://id.wikipedia.org/wiki/Dewa_Surya

Similer Documents