Download Laporan Praktikum Isolasi Dna, Isolasi Protein Darah, Pcr, Dan Elektroforesis Agarose Dan Sds Page PDF

TitleLaporan Praktikum Isolasi Dna, Isolasi Protein Darah, Pcr, Dan Elektroforesis Agarose Dan Sds Page
File Size476.8 KB
Total Pages13
Table of Contents
                            LAPORAN PRAKTIKUM
                        
Document Text Contents
Page 6

PEMBAHSASAN

Praktikum Isolasi DNA, PCR, dan Elektroforesis Agarose DNA

Setelah semua tahapan selesai dilakukan maka untuk langakah selanjutnya dilakukan pengukuran terhadap DNA standar pada gambaran

elektroforesis DNA sehingga didapatkan hasil seperti tabel di bawah ini :

DNA Darah

Band Jarak (cm) Basepairs (bp)

1 1,0 1100

2 1,3 1000

3 1,4 900

4 1,5 800

5 1,6 700

6 1,7 600

7 1,8 500

8 2,0 400

9 2,1 300

10 2,3 200

11 2,5 100
Data Jarak (cm) dan Basepairs (bp) Hasil Elektroforesis Agarose DNA Darah

Page 12

Protein
endapan
teknik
pengendapan
lar Etanol
(Ep)

- - - 2,7
66.200
Albumin

- 4,3
31.000
Carbonic
anhidrase

- -



SDS-PAGE adalah metode elektroforesis yang menggunakan kombinasi/perpaduan polyacrilamida dan SDS. Dalam praktikum ini migrasi protein

dengan elektroforesis dilakukan pada tegangan 70 volt dan lama pemisahan kurang lebih 4 jam agar didapatkan molekul protein yang berbeda dan

dapat terpisah dengan baik. Penanda migrasi ditentukan dengan pewarna coomassie brilliant blue.

Pada Foto hasil Elektroforesis polyacrilamide terlihat bahwa jarak antara band-band DNA sangat dekat. Hal tersebut dapat disebabkan karena

waktu yang digunakan untuk elektroforesis sangat singkat. Terlihat dari band-band DNA hanya sampai setengah dari medium agarose. Untuk

memperjelas hasil band-band DNA seharusnya dilakukan elektroforesis lebih lama sampai band-band DNA hampir mencapai ujung dari medium

polyacrilamide.

Berdasarkan elektroforesis SDS-PAGE diperoleh persamaan y = 286.59e-0.603x. Dari data dapat dilihat protein standar carbonic anhydrase

dijumpai pada semua sampel protein yang dielektroforesis. Sampel protein membran dan protein plasma paling banyak ditemukan jenis protein

standar.

KESIMPULAN

1. Dalam melakukan percobaan ini membutuhkan ketelitian yang tinggi karena kesalahan sedikit saja dapat mengakibatkan kesalahan

interpretasi hasil percobaan.

2. Teknologi PCR digunakan untuk memperbanyak sampel DNA.

3. Analisa elekroforesis gel agarose merupakan metode standar untuk memisahkan, mengidentifikasi, mengkarakterisasi dan purifikasi dari

molekul DNA/RNA, baik untuk pemisahan untai tunggal atau untai ganda molekul DNA.Molekul-molekul tersebut akan bermigrasi

menuju kutub positif atau kutub negatif berdasarkan muatan yang terkandung di dalamnya.

4. Secara kasat mata dapat dilihat bahwa DNA yang diperoleh dari darah lebih banyak daripada DNA dari hasil isolasi sel epitel.
5. Band DNA darah dan sel epithelial manusia hasil elektroforesis agarose berada pada kisaran 700 bp dengan persamaan y = 7938e-1.59x

untuk DNA darah dan y = 6796e-1.48x untuk DNA sel epithel.

6. Berat molekul protein sampel elektroforesis SDS-PAGE dihitung -berdasarkan persamaan y = 286.59e0.603x.
7. Protein sitoplasmik dan protein membran memiliki lebih banyak jenis protein dibandingkan sampel protein yang lain.
8. Hasil elektroforesis SDS-PAGE semua sampel protein mengandung jenis protein standar carbonic anhydrase .

Page 13

9. Memasukkan marker ke dalam sumur kurang hati-hati karena kurangnya waktu saat dilakukan proses elektroforesis akibatnya Marker

pada elektroforesis agarose bertumpuk.

10. Dari marker dapat dibuat grafik persamaan eksponen untuk kemudian dapat dihitung base-pair fragmen DNA sampel.

11. Dari marker dapat dibuat grafik persamaan eksponen untuk kemudian dapat dihitung berat molekul masing-masing protein yang terdapat

pada sampel.

SARAN

1. Pada saat praktikum elektroforesis SDS-PAGE Waktu yang digunakan untuk sebaiknya ditambah agar semua protein benar-benar
terpisah.

2. Sebaiknya peralatan ditambah sehingga memudahkan untuk melakukan kegiatan praktikum dan praktikan juga dapat lebih memahami
proses praktikum.

3. Gunakan standar keselamatan laboratorium untuk menghindari zat yang bersifat karsinogenik.
4. Laporan sebaiknya dibuat setiap praktikum

Similer Documents