Download Laporan Pemeriksaan Sedimen Urine PDF

TitleLaporan Pemeriksaan Sedimen Urine
File Size1.5 MB
Total Pages62
Document Text Contents
Page 1

http://www.blogger.com/share-post.g?blogID=7299469941289527551&pageID=7142045073160651592&target=email
http://www.blogger.com/share-post.g?blogID=7299469941289527551&pageID=7142045073160651592&target=email
http://www.blogger.com/share-post.g?blogID=7299469941289527551&pageID=7142045073160651592&target=twitter
http://www.blogger.com/share-post.g?blogID=7299469941289527551&pageID=7142045073160651592&target=twitter

Page 31

http://2.bp.blogspot.com/_Bs7FQiGRmy4/S4kfAw1DTFI/AAAAAAAAAH8/AGEnD0fSLWg/s1600-h/Eritrosit03.jpg

Page 32

dalam urine normal dapat ditemukan 0 – 3 sel/LPK. Hematuria adalah adanya peningkatan

jumlah eritrosit dalam urin karena: kerusakan glomerular, tumor yang mengikis saluran

kemih, trauma ginjal, batu saluran kemih, infeksi, inflamasi, infark ginjal, nekrosis tubular

akut, infeksi saluran kemih atas dan bawah, nefrotoksin, dll.



Hematuria dibedakan menjadi hematuria makroskopik (gross hematuria) dan hematuria

mikroskopik. Darah yang dapat terlihat jelas secara visual menunjukkan perdarahan berasal

dari saluran kemih bagian bawah, sedangkan hematuria mikroskopik lebih bermakna untuk

kerusakan glomerulus.



Dinyatakan hematuria mikroskopik jika dalam urin ditemukan lebih dari 5 eritrosit/LPK.

Hematuria mikroskopik sering dijumpai pada nefropati diabetik, hipertensi, dan ginjal

polikistik. Hematuria mikroskopik dapat terjadi persisten, berulang atau sementara dan

berasal dari sepanjang ginjal-saluran kemih. Hematuria persisten banyak dijumpai pada

perdarahan glomerulus ginjal.



Eritrosit dapat terlihat berbentuk normal, membengkak, krenasi, mengecil, shadow atau ghost

cells dengan mikroskop cahaya. Spesimen segar dengan berat jenis 1,010-1,020, eritrosit

berbentuk cakram normal. Eritrosit tampak bengkak dan hampir tidak berwarna pada urin

yang encer, tampak mengkerut (crenated) pada urine yang pekat, dan tampak mengecil sekali

dalam urine yang alkali. Selain itu, kadang-kadang eritrosit tampak seperti ragi.



Eritrosit dismorfik tampak pada ukuran yang heterogen,

hipokromik, terdistorsi dan sering tampak gumpalan-gumpalan kecil tidak beraturan tersebar

di membran sel. Eritrosit dismorfik memiliki bentuk aneh akibat terdistorsi saat melalui

struktur glomerulus yang abnormal. Adanya eritrosit dismorfik dalam urin menunjukkan

penyakit glomerular seperti glomerulonefritis.







Leukosit


Lekosit berbentuk bulat, berinti, granuler, berukuran kira-kira

1,5 – 2 kali eritrosit. Lekosit dalam urine umumnya adalah neutrofil (polymorphonuclear,

PMN). Lekosit dapat berasal dari bagian manapun dari saluran kemih.



http://1.bp.blogspot.com/_Bs7FQiGRmy4/S4kfAhGjbjI/AAAAAAAAAH0/7Hdz-8xchVY/s1600-h/Eritrosit+dismorfik02.jpg
http://4.bp.blogspot.com/_Bs7FQiGRmy4/S4kdrdafbiI/AAAAAAAAAHU/ybcKBlJokfg/s1600-h/Leukosit01.jpg
http://1.bp.blogspot.com/_Bs7FQiGRmy4/S4kfAhGjbjI/AAAAAAAAAH0/7Hdz-8xchVY/s1600-h/Eritrosit+dismorfik02.jpg
http://4.bp.blogspot.com/_Bs7FQiGRmy4/S4kdrdafbiI/AAAAAAAAAHU/ybcKBlJokfg/s1600-h/Leukosit01.jpg

Page 61

sitoplasma maka disebut Oval Fat Bodies.

9. Kristal dalam sedimen yang dilaporkan harus mengacu pada pH urine sehingga tidak salah dalam

pelaporan. Seperti tripel phosphat dan calcium carbonat yang ditemukan pada pH diatas 7,5.

10. Kadang-kadang kristal-kristal, bakteri, jamur dapat berukuran kecil sehingga perlu dilihat pada

pembesaran 40x objektif.

11. Bila ditemukan epitel dengan inti lebih dari 1, maka dilaporkan sebagai carcinoma epithelia cell.

12. Bila BJ atau SG rendah, maka eritrosit akan cenderung mengembang sedangkan bila BJ atau SG

tinggi maka eritrosit cenderung mengkerut.

13. Bila pH urine tinggi (lindi) maka leukosit cenderung mengumpul dan mengembang sedangkan pH

rendah maka leukosit cenderung menyebar dan mengkerut.

14. Leukosit dari ginjal (Glitter Cell) dengan Malbins akan mengambil zat warna lemah sehingga

tampak pucat, tetapi leukosit dari saluran kemih akan tampak jelas.

15. Membedakan ragi/yeast sel dengan eritrosit tambahkan KOH 10% atau asam cuka pada sedimen,

eritrosit akan lisis.

16. Adanya Silinder, Epitel Renal tubuli, Glitter cell, silindroid, Oval fat bodies ditemukan pada

keadaan gagal ginjal dan atau nefrotic sindrome.

17. Pada hematuria penghancuran eritrosit dengan Asam cuka untuk mempermudah melihat unsur

sedimen lain.

18. Hal-hal lain : wajib menggunakan cover/deck glass dalam melakukan pemeriksaan.

19. Sedimen yang telah diwarnai dengan Malbins mampu bertahan hingga selama 1 minggu pada

suhu 4derajat C.



Petunjuk Penggunaan

AIM Sedi Uri Stain



AIM Sedi Uri Stain merupakan modifikasi pewarnaan Sternheirmer-Malbin yang sangat stabil yang

digunakan untuk pewarnaan dalam sediment urin dalam penentuan kualitatif maupun kuantitatif

sediment urin secara mikroskopis.



Pengumpulan dan Penanganan Sampel

1. Gunakan wadah atau plastik yang kering dan bersih untuk menampung sampel urine.

2. Gunakan urine pertama di pagi hari agar diperoleh hasil sedimentasi yang optimal.

3. Setelah dikumpulkan, proses sample sesegera mungkin. Pemeriksaan sampel setelah 4 jam dapat

menyebabkan menurunnya sediment atau berubahnya senyawa kimia dan bahan fisika urin. Jika

pemeriksaan tidak segera dilakukan, simpan sampel spesimen pada 2-8C. Jangan dibekukan.

4. Jangan Gunakan urine yang telah lama ditampung dalam urine bag pasien dengan kateterisasi

karena komponen sedimen sebagian telah rusak dan terjadi pertumbuhan bakteri yang pesat.



Materi yang Tersedia dalam Kit :

1. AIM Sedi Uri Stain 5 x 20 ml

2. 1 lembar petunjuk penggunaan



Materi yang tidak tersedia dalam Kit :

1. Tabung

2. Objek Glass

3. Deck Glass

4. Mikroskop

Page 62

Prosedur Pemeriksaan

1. Tuang urine ke dalam tabung sebanyak 12 ml. sentrifuge sample tersebut selama 5 menit pada 1500

rpm.

2. Tuang/buang urine hingga tersisa 1 ml (sediment urine) atau hingga cairan tersisa sedikit.

3. Tambahkan 1 tetes AIM Sedi Uri Stain, kocok hingga homogen.

4. Ambil sedikit sampel sediment urine yang telah dicampur dengan AIM Sedi Uri Stain dengan pipet

tetes, buat sediaan di Objek glass.

5. Tutup atas sediaan dengan deck glass.

6. Amati sampel slide dengan mikroskop pada pembesaran 10 x dan 40 x.

7. Lakukan penghitungan komponen sedimen yang ditemukan menurut aturan yang telah ditetapkan.

1. Semua gula sederhana (monosakarida dan disakarida) merupakan gula pereduksi. Sedangkan

polisakarida bukan merupakan gula pereduksi. Kandungan gula pereduksi dapat ditunjukkan dengan

pereaksi Fehling.

2. Monosakarida dapat mereduksi pereaksi Fehling karena pada monosakarida terdapat gugus

aldehid, yang akan dioksidasi oleh pereaksi Fehling menjadi karboksilat.

3. Pereaksi Fehling dapat dipakai untuk identifikasi adanya gula reduksi (seperti glukosa) dalam air

kemih pada penderita penyakit diabetes. Tetapi pereaksi Benedict lebih banyak digunakan pada

pemeriksaan glukosa dalam urine daripada pereaksi Fehling hal ini dikerenakan oleh beberapa

alasan yaitu:

• Apabila dalam urine terdapat asam urat atau kreatinin, kedua senyawa ini dapat mereduksi

pereaksi Fehling, tetapi tidak dapat mereduksi pereaksi Benedict.

• Di samping itu pereaksi Benedict lebih peka daripada pereaksi Fehling.

• Penggunaan pereaksi Benedict juga lebih mudah karena hanya terdiri atas satu macam

larutan, sedangkan pereaksi Fehling terdiri atas dua macam larutan.

Similer Documents