Download Laporan KONDUKTOMETRI 7 PDF

TitleLaporan KONDUKTOMETRI 7
File Size620.2 KB
Total Pages10
Document Text Contents
Page 6

[NaOH] =

=

[NaOH] =

=

b. Untuk sampel CH3COOH

n CH3COOH =

=





=

=

[CH3COOH] =

=



c. Untuk sampel HCl

Mol HCl =

= [





=

=

[HCl] =

= 0.05139 M



5. Penentuan Tetapan Disosiasi



a. L NaCl (NaOH Baku)

Persamaan yang digunakan adalah: y = -0.0631x + 0.6043

Volume ekivalen =

y = -0.0631(6.96) + 0.6043

y = 0.165124

Didapat hasil L NaCl sebesar 0.165124 mS

L HCl didapat dari sebelum titrasi, yakni sebesar 0.592mS


b. L CH3COONa (NaOH Baku)

Persamaan yang digunakan adalah: y= -0.0316x + 0.3203

Volume ekivalen = 3,71 mL

y= -0.0316(3.71) + 0.3203

Page 7

y = 0.203

Didapat hasil L CH3COONa sebesar 0.203mS




c. L CH3COONa (CH3COOH Baku)

Persamaan yang digunakan adalah: y = 0.0187x + 0.0204

Volume ekivalen =

y = 0.0187 (4.56) + 0.0204

y = 0.105672

Didapat hasil L CH3COONa sebesar 0.105672mS



 Untuk L CH3COONa dari titrasi NaOH vs CH3COOH Baku

α1 =





=





=





= 0.055



 Untuk L CH3COONa dari titrasi CH3COOH vs NaOH Baku

α2=





=





=





= 0.0468



Dari perhitungan di atas didapat hasil sebagai berikut:

 KaA CH3COOH =





=





= 1.078x 10
-4





 KaB CH3COOH =





=





= 6,65x 10
-5

Page 8

VI. Pembahasan

Konduktometri termasuk salah satu metode elektroanalitik yang berdasarkan

pada konduktansi atau daya hantar listrik suatu elektrolit menggunakan elektroda.

Titrasi konduktometri merupakan metode untuk menganalisa larutan berdasarkan

kemampuan ion dalam menghantarkan muatan listrik di antara dua elektroda

melalui tindakan titrasi. Pengukuran konduktovitas dapat pula digunakan untuk

penentuan titik ahir titrasi. Titrasi konduktometri dapat dilakukan dengan dua

cara, tergantung pada frekuensi arus yang digunakan. Titrasi konduktometri arus

rendah dan titrasi konduktometri arus tinggi. Pada titrasi konduktometri

penambahan suatu elektolit ke elektrolit lain pada keadaan yang tidak ada

perubahan volume yang begitu besar akan mempengaruhi konduktovitas larutan

terjadi reaksi ionik atau tidak. Jika tidak terjadi reaksi ionik, maka perubahan

konduktovitas sedikit sekali atau hampir tidak ada. Sedangkan pada titrasi arus

tinggi frekuensinya hingga mega hertz. Prinsip dasar dari metode ini adalah

substitusi ion-ion dengan suatu konduktivitas tertentu oleh ion-ion dengan

konduktivitas yang lain.

Titrasi ini berdasar pada kemampuan hantaran ion, maka faktor yang

mempengaruhi kekuatan hantaran diantaranya:

a. Jumlah ion

Semakin banyak jumlah ion dalam suatu larutan, maka hantarannya akan

semakin tinggi karena semakin banyak arus yang dapat dihasilkan.



b. Ukuran ion

Kemampuan sebuah ion untuk menghantarkan arus listrik akan semakin besar

jika ukuran ion besar, pergerakan akan semakin cepat karena jari-jari ion

terhidrasinya malah kecil, sedangkan ion berukuran kecil akan lebih lambat karena

jari-jari terhidrasinya lebih besar sehingga alirannya kurang cepat.



c. Muatan ion

Page 9

Pada hal ini, karena arus listrik dibawa oleh muatan ion, maka kemampuan

menghantarkan arus listrik akan lebih besar bagi ion-ion yang memiliki muatan yang

besar. Misalnya Mg
2+

dan Na
+
, ion Magnesium akan menghantarkan arus lebih baik

karena

Dari kurva yang didapat dari perhitungan, titrasi NaOH vs HCl dapat dilihat

bahwa kurva menurun kemudian naik kembali. Sebelum penambahan NaOH nilai

hantaran tinggi akibat pergerakan bebas dari ion H
+
dalam larutan HCl, setelah

penambahan, kurva menurun yang disebabkan oleh pergantian ion H
+

dengan kation

yang ditambahkan karena berkurangnya jumlah dari ion H
+
akibat bereaksi dengan

ion OH
-
untuk membentuk molekul air. Sedangkan pada kurva NaOH vs CH3COOH

kemiringannya landai disebabkan oleh karena perbedaan hantarannya sedikit, tidak

terlalu jauh. Kurva terlihat naik perlahan kemudian naik drastis (dilihat dari

kemiringan kurva). Pada awalnya nilai hantaran yang rendah diakibatkan oleh

ionisasi asam asetat dalam air. Kemudian kurva akan naik perlahan akibat dari

penambahan NaOH yang akan menetralisasi asam asetat menjadi natrium asetat

yang merupakan elektrolit kuat. Setelah titik ekivalen kurva akan naik secara tajam

akibat penambahan larutan NaOH lebih lanjut yang menyebabkan bertambahnya

jumlah dari ion OH
-
yang memiliki nilai konduktivitas yang besar.

Reaksi-reaksi yang terjadi pada titrasi kali ini antara lain:

HCl (aq) + NaOH (aq) ⇌ NaCl (aq) + H2O (l)

HOAc (aq) + NaOH (aq) ⇌ NaOAc (aq) + H2O (l)

Dari percobaan didapat Ka sebesar 8,75 . 10
-5

dan 1,05 . 10
-4

, mernurut

literatur, nilai tetapan disosiasi asam asetat adalah sebesar. Hal ini bisa dikarenakan

beberapa kesalahan seperti kesalahan saat pengenceran, kurang presisinya takaran

zat yang digunakan, pengadukan larutan hasil titrasinya kurang homogen, dan

adanya zat pengotor pada wadah yang digunakan.



VII. Kesimpulan

Dari percobaan ini diperoleh hasil sebagai berikut:

[NaOH] sampel sebesar

[CH3COOH] sampel sebesar

[HCl] sampel sebesar 0.05139 M

Similer Documents