Download Laporan Kape PDF

TitleLaporan Kape
File Size3.0 MB
Total Pages110
Document Text Contents
Page 1

LAPORAN KERJA PRAKTEK

DI DEPARTEMEN OPERASI KALTIM-2

PT. PUPUK KALIMANTAN TIMUR

BONTANG

Laporan Kerja Praktek ini

Diajukan sebagai persyaratan untuk menyelesaikan

Program Pendidikan Diploma III

Pada

Jurusan : Teknik Kimia

Program Studi : Petro & Oleo Kimia

POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Disusun oleh :

Ayu Practica Ceriah Solikhawati Sukirno Putri

NIM. 08 614 024

JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

2010

Page 2

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

DI DEPARTEMEN OPERASI KALTIM-2

PT. PUPUK KALIMANTAN TIMUR

BONTANG

Laporan Kerja Praktek di Departemen Operasi Kaltim-2 PT. Pupuk Kalimantan

Timur ini telah di periksa dan disetujui :

Tempat : Bontang

Tanggal : … September 2010

Mengetahui,

Pembimbing

Ir. Rikho Dhiyatmiko A

Kabag Ammonia Kaltim-2

MENGESAHKAN

PT. Pupuk Kalimantan Timur

Kepala Depertemen Operasi Kaltim-2 Kepala Departemen Pengembangan SDM

Ir. Alamsyah Hasibuan Ir. Agus Subekti, M. Si.

Page 55

46

Deskripsi Proses

Laporan Kerja Praktek
Politeknik Negeri Samarinda

Konversi Ammonia

Proses pengubahan gas sintesis menjadi ammonia dilangsungkan pada

unit ammonia converter ((105-D) dengan temperatur sekitar 450-500°C.

Reaksi yang terjadi ditulis dalam persamaan berikut :

N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)

Reaksi tersebut bersifat eksotermis. konversi reaksi gas sintesa menjadi

ammonia hanya sekitar 15-16% (17% desain). Oleh karena itu dilakukan

sirkulasi untuk menggunakan kembali gas sintesis yang belum bereaksi yang

disebut recycle loop.

Reaksi pembentukan NH3 dilangsungkan dalam 3 buah bed berkatalis

promoted iron. Volume ketiga bed tersebut berbeda-beda, dimana bed

teratas berukuran paling kecil. Susunan ini dimaskudkan untuk membatasi

panas yang dihasilkan. panas reaksi yang dihasilkan akan menyebabkan

kenaikan temperatur setiap bed, sehingga konversi ammonia menjadi turun.

Untuk mengoptimalkan reaksi, pada setiap bed dilengkapi dengan quench

seingga temperatur campuran akan masuk ke berikutnya dapat dikendalikan.

Gas sintesis dari resirkulator dengan tekanan 189 kg/cm2 dan

temperatur 35°C dipanaskan di exchanger 121-C menjadi 128°C, kemudian

dialirkan ke ammonia converter melalui bagian bawah dan mengalir ke atas

melewati ruang annulus ke shell side dari interchanger 122-C. Interchanger

122-C ini berfungsi sebagai preheater inlet gas, dimana gas inlet

dipertemukan dengan gas panas dari bed terakhir. Gas yang memasuki shell

interchanger dipanaskan hingga temperatur 385°C oleh effluent gas dari bed

ketiga, Lalu gas mengalir turun menuju katalitik bed pertama.

Gas akan keluar dari bed I dengan temperatur 538°C menuju bed II.

Di antara kedua bed, dilakukan quenching dengan mencampurkan gas

pendingin untuk mengurangi temperatur menjadi 524°C, serta mengurangi

kandungan NH3 dalam aliran. quenching ini diperlukan agar reaksi ini tidak

melewati garis kesetimbangan sehingga arah reaksinya tidak bergeser ke

arah kiri.

Page 56

47

Deskripsi Proses

Laporan Kerja Praktek
Politeknik Negeri Samarinda

Sebagian gas sintesis dimasukkan ke dalam bagian dalam converter

melalui bagian atas, dan mengalir turun melalui dua buah downcomer

menuju ke dasar interbed heat exchanger dengan melewati sisi tube dari

interbed heat exchanger. Aliran ini dimaksudkan untuk mendinginkan gas

yang meninggalkan bed II menuju ke bed III, dimana effluent bed II akan

memasuki sisi shell dari interbed heat exchanger. Setelah melewati bed III,

gas yang sebagian besar terkonversi menjadi ammonia akan melewati

perforated centre tube dan mengalir melalui pipa tengah ke sisi tube dari

effluent heat exchanger untuk mempertukarkan panas dengan gas masuk.

Gas kemudian keluar menuju outlet converter, aliran gas keluaran

ammonia converter bertemperatur 350°C didinginkan secara berurutan di

exchanger 123-C, 121-C, 139-C, dan 125-C. Sebelum masuk exchanger

139-C, aliran gas dibagi menjadi dua. salah satu jalur menuju ke exchanger

139-C dan 125-C, lalu ke purge gas separator (108-F). Di purge gas

separator, gas yang terkondensasi akan dialirkan ke NH3 letdown drum (107-

F), sedangkan gas yang tidak terkondensasi akan dikirm ke unit HRU

sebagai purge gas. Pada jalur yang lain, aliran gas akan dicampurkan dengan

syn gas outlet HP case kemudian di exchanger 124-C dan 120-C.

4.1.5. Refrigerasi Ammonia

Sistem refrigerasi ammonia terdiri dari empat tingkat yang dilengkapi

dengan pendingin untuk interstage syn gas compressor dan kondensasi NH3

di ammonia syn loop. Keempat tingkatan refrigerasi tersebut adalah sebagai

berikut, tingkat pertama (110-F) beroperasi pada tekanan 8,8 kg/cm2-g

temperatur 19°C, tingkat kedua (141-F) beroperasi pada tekanan 4,3 kg/cm2-

g temperatur 0°C, tingkat ketiga (111-F) beroperasi pada tekanan 2,1

kg/cm2-g temperatur -18°C dan tingkat keempat (112-F) yang beroperasi

pada tekanan 0,04 kg/cm2-g temperatur -33°C.

Ammonia cair dari NH3 letdown drum diflash di 110-F dan sebagian

diflash di 112-F. Di 110-F, NH3 yang terkondensasi akan masuk ke stage

pertama refrigerant compressor (105-J), sedangkan ammonia yang

terkondensasi digunakan sebagai pendingin di exchanger 120-C. Setelah

Page 109

LAMPIRAN

= ………. = Xa (TL – Tg)

= ………. = Y (T – Tg )

= ………… = Xc (Ts – Tg)

Mencari nilai A,B, dan C :

h= 177.9 J/m2. oC

nilai A :

 = Xa

Dengan : Al( luas permukaan urea prill ) = ¶ x (ds)2

= 3.14 x (1,7.10-3)2

= 9.0746.10-6 m2

V (kecepatan jatuh urea) = 22320 m/s

Cpl = 0,6421 J/Kg.oC

Ml (massa 1 butir urea) = 2,8.10-5 Kg

= Xa

0.04023 = Xa

Page 110

Nilai B :

 = Y

Dengan : Am = ¼ ¶ x D2

= ¼ x 3.14 x (18.694 m)2

= 274.33 m2

a =

=

= 0.0338 /m

= Y

= Y

0.0089 = Y

Nilai C :

 = Xc

= Xc

0.0522 = Xc

Similer Documents