Download LABLING kitaa.. PDF

TitleLABLING kitaa..
File Size845.9 KB
Total Pages30
Document Text Contents
Page 15

La
p

o
ra

n
P

ra
kt

ik
u

m
L

a
b

o
ra

to
ri

u
m

L
in

g
k

u
n

g
a

n
2

0
1

2


15


adalah garis penurunan CO2 menggunakan CaCO3 dan CaO. Sedangkan skala pH tertera pada

sumbu dibagian atas dan sebelah kanan . Garis kesetimbangan adalah garis kesetimbangan antara

CO2 dengan HCO3-. Jika titik pertemuan antara konsentrasi CO2 dan HCO3- berada di sebelah

kiri, maka berarti air tersebut mengandung CO2 agresif . Jika tiitik pertemuan berada di sebelah

kanan garis kesetimbangan berati tidak ada CO2 agresif . atau non agresif.



E. Klorida

1. Masukkan 100 ml sampel ke dalam labu Erlenmeyer.

2. Tambahkan 10 tetes K2Cr2O7 10 %

3. Titrasi dengan larutan AgNO3 1/35.45 N hingga berubah warna dari kuning menjadi merah bata.

Catat volume



F. Mangan

1. 50 ml contoh air dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer. Tambahkan 2 - 3 tetes HNO3 pekat.

Tambahkan larutan AgNO3 1/35,45 N yang banyaknya sesuai dengan keperluan pada penetapan

klorida.

2. Panaskan sampai mendidih, jika cairan tetap keruh harus disaring. Tambahkan kristal K2S2O8 dan

panaskan lagi. Jika cairan berwarna merah muda atau merah ungu maka contoh air tersebut

mengandung Mn.

3. Pengukuran menggunakan Tabung Nessler. Siapkan 6 buah tabung Nessler. Pada tabung I diisi

dengan contoh air tersebut di atas. Pada tabung II - VI, diisi dengan 50 ml aquadest dan larutan

standar Mn masing-masing 0,05 ml, 0,1 ml, 0,15 ml, 0,2 ml, dan 0,25 ml. Kocok dan bandingkan

warna merah dari contoh yang mengandung Mn dengan warna standar Mn di atas.



G. Orthophosfat

1. Masukkan 25 ml ked ala labu Erlenmeyer

2. Tambahkan 1 ml Ammonium Molibdat dan 2 tetes SnCl2 lalu kocok

3. Diamkan selama 10 menit

4. Ukur dengan spectrophotometer pada λ 660 nm



H. Pemeriksaan Zat Organik

 Pembebasan Labu Erlenmeyer dari Zat Organik

1. Masukan 100 ml air kran dalam labu Erlenmeyer

2. Tambahkan beberapa batu didih

Page 16

La
p

o
ra

n
P

ra
kt

ik
u

m
L

a
b

o
ra

to
ri

u
m

L
in

g
k

u
n

g
a

n
2

0
1

2


16


3. Tambahkan 5 ml H2SO4 4 N bebas organik dan tetes demi tetes larutan KMnO4 0.01 N sampai

cairan berwarna merah muda

4. Panaskan di atas api hot plate dan biarkan mendidih selama 10 menit. Jika selama pendidihan

warna merah muda hilang, tambahkan lagi larutan KMnO4 0.01 N sampai warna merah muda

tidak hilang.

5. Setelah selesai buang cairan dalam labu Erlenmeyer dan gunakan untuk penentuan zat organik

dalam sampel tanpa dicuci.

 Pemeriksaan Zat Organik

1. Siapkan labu Erlenmeyer

2. Masukan 100 ml sampel, lalu tambahkan 5 ml H2SO4 4 N dan tambahkan KMnO4 0.01 N melalui

buret sampai warna berubah menjadi pink muda

3. Panaskan hingga larutan tepat mendidih (pada saat gelembung pertama)

4. Tambahkan 10 ml KMnO4 0.01 N, lalu lanjutkan pemanasan selama 10 menit

5. Tambahkan H2C2O4 0.01 N.

6. Tirasi oleh KMnO4 0.01 N hingga warna berubah menjadi pink muda. Cata volumenya !



I. Ammonium

1. Masukkan 25 ml sampel air ke dalam tabung Nessler

2. Tambahkan 2 tetes garam signette dan 1 ml pereaksi nessler.

3. Kocok dan diamkan selama 10 menit

4. Ukur % T/A pada λ 405 nm



J. Nitrat

1. Masukkan 10 ml sampel ke dalam tabung reaksi

2. Tambahkan 2 ml NaCl, 10 ml H2SO4, 0,5 ml Larutan Brusin Sulfat

3. Panaskan selama 20 menit di dalam penangas air dan tambahkan 25 ml aquadest

4. Ukur % T/A pada λ 420 nm



K. COD

1. Masukkan ke dalam culture tube 2,5 ml sampel air sungai

2. Tambahkan 1 spatula HgSO4

3. Tambahkan 1,5 ml K2Cr2O7 dan 3,5 ml pereaksi asam sulfat – perak sulfat (H2SO4 AgSO4) Lalu

tutup rapat

4. Panaskan tabung dalam block digester dan biarkan selama 2 jam pada suhu 150 C

Similer Documents