Download Imitasi Perbandingan Genetis Percobaan Mendel PDF

TitleImitasi Perbandingan Genetis Percobaan Mendel
File Size424.0 KB
Total Pages21
Document Text Contents
Page 2

1



BAB I

PENDAHULUAN



A. Latar Belakang



Mata cokelat, biru, hijau, atau abu-abu; rambut hitam, cokelat, pirang,

atau merah-ini hanyalah segelintir contoh variasi terwariskan yang bisa

kita amati pada individu-individu dalam suatu populasi.

Penjelasan tentang hereditas yang paling banyak dianut orang selama

tahun 1800-an adalah hipotesis “pencampuran”, gagasan bahwa materi

genetic yang disumbangkan oleh kedua orangtua bercampur seperti cat

biru dan kuning yang bercampur menjadi hijau. Hipotesis ini memprediksi

bahwa selama beberapa generasi, populasi yang kawin acak akan

memunculkan populasi individu yang seragam. Akan tetapi, pengamatan

kita sehari-hari dan hasil-hasil percobaan pembiakan dengan hewan dan

tumbuhan menentang prediksi tersebut. Hipotesis pencampuran ini juga

gagal menjelaskan berbagai fenomena lain dari pewarisan-sifat, misalnya

sifat yang muncul kembali setelah melompati satu generasi (Campbell;

2008).

Orang yang pertama kali melakukan persilangan dengan dengan

menggunakan tumbuhan sebagai bahan adalah seorang alim ulama

berkebangsan Australia bernama GEOGOR MENDEL (1822-1884) pada

tahun 1866. Mendel diakui sebagai bapak genetika. Dalam percobaan awal

Mendel ia menggunakan 1 sifat beda pada tumbuhan sebagai alat uju

silang. Yang mana dalam persilangan monohybrid didapat hasil anakan

dengan rasio fenotip 3 : 1. Hali ini dikarenakan gen-gen yang sealel

memisah. Ini dikenal sebagai Hukum I Mendel (Yuliza, 2011).

Mendel dalam dalam percobaan-percobaannya kadang dapat

mengetahui bahwa ada gen-gen yang tidak dominan dan tidak resesif pula.

Dengan perkataan lain gen tesebut tidak memperlihatkan sifat dominan

sepenuhnya. Akibat keturunan dari perkawinan individu dengan satu sifat

Similer Documents