Download HijaunyaLembahHijaunyaLerengPeg-DewiKZ-118tmt PDF

TitleHijaunyaLembahHijaunyaLerengPeg-DewiKZ-118tmt
File Size477.1 KB
Total Pages66
Document Text Contents
Page 1

Hijaunya Lembah, Hijaunya Lereng Pegunungan – Jili d 118
http://kangzusi.com/


1

Page 2

Hijaunya Lembah, Hijaunya Lereng Pegunungan – Jili d 118
http://kangzusi.com/


2




HIJAUNYA LEMBAH

HIJAUNYA
LERENG PEGUNUNGAN









Jilid 118
Cetakan Pertama








PENERBIT:

“MURIA”
YOGYAKARTA

Page 33

Hijaunya Lembah, Hijaunya Lereng Pegunungan – Jili d 118
http://kangzusi.com/


33

"Nah, baiklah. Jika demikian maka aku akan merasa
mendapat kepercayaan sepenuhnya, sehingga aku tidak ragu-
ragu mengambil keputusan, karena aku tidak merasa bimbang
bahwa keputusanku akan kalian tentang."

Kedua orang itu, maka atas kepercayaan kedua orang
pengawal anak Ki Buyut Sendang Apit itu, maka Ki Buyut
menjadi lebih leluasan untuk bertindak. Iapun telah bertemu dan
berbicara langsung dengan Mahisa Murti dan Kiai Wijang.
Bahkan Ki Buyut itupun telah m engatakan pula kepada Mahisa
Murti, bahwa Ki Buyut Sendang Apit masih berada di sekitar
Kabuyutannya bersama orang-orang y ang setia kepadanya untuk
mengadakan perlawanan. Namun kekuatan Kabuyutan
Pudaklamatan yang dibantu oleh Padepokan Renapati memang
tidak dapat dilawannya.

Meskipun demikian, Ki Buyut Sendang Apit tidak segera
berputus asa. Dengan meny elamatkan anaknya, maka Ki Buyut
masih mempunyai harapan untuk memiliki masa depan.

Namun dalam pada itu, Mahisa Murti dan Kiai Wijangpun
telah bersepakat untuk langsung m elihat keadaan di Kabuyutan
Sendang Apit. Mereka ingin menguak bebahu y ang mengungsi di
padukuhan Logandeng untuk memastikan keadaan yang
sebenarnya terjadi di Kabuyutan Sendang Apit itu.

Ternyata bebahu itu tidak berkeberatan. Bahkan ia merasa
bangga jika ia dapat berbuat sesuatu bagi Kebuyutannya.

Ketika Mahisa Murti siap untuk berangkat ke Kabuyutan
Sendang Apit, maka Mahisa Murti telah membicarakan
penempatan para Putut serta cantriknya di padukuhan induk dan
padukuhan Logandeng y ang nampaknya tetap menjadi sasaran
orang-orang Pudaklamatan dan orang-orang Padepokan
Renapati justru karena seorang dari kepercayaan mPu Renapati
telah tertangkap dan disimpan di padukuhan Logandeng.

Bahkan Mahisa Murti telah berpesan kepada Wantilan dan
Sambega bahwa mereka dapat m elepaskan Mahisa Semu untuk
bersama-sama dengan Putut Lembana berada di padukuhan
Logandeng.

Page 34

Hijaunya Lembah, Hijaunya Lereng Pegunungan – Jili d 118
http://kangzusi.com/


34

"Tetapi Mahisa Amping masih belum waktunya untuk
langsung ikut melibatkan diri dalam hal ini" berkata Mahisa
Murti.

"Baiklah " jawab Wantilan "aku akan
menjaga agar Mahisa Amping tetap
berada di padepokan."

"Kami menyerahkan kebijaksanaan
kepada paman berdua. Paman dapat
menentukan menambah.. atau
mengurangi kegiatan dan jumlah para
cantrik di Kabuyutan Talang Alun
termasuk padukuhan Logandeng dan
padukuhan-padukuhan yang lain. Namun
harus diperhitungkan bahwa Kabuyutan
Talang Alun bukan saja m enjadi sasaran

serangan orang -orang Kabuyutan Pudaklamatan, tetapi juga
orang-orang dari Padepokan Renapati “

"Kami akan berusaha untuk berbuat sebaik-baiknya, ngger.
Mudah-mudahan kami tidak menemui kesulitan untuk mengatasi
kehadiran orang-orang Pudaklamatan dan orang-orang
Pa depokan Renapati. Kami percaya bahwa Kabuyutan Talang
Alun sendiri sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya: jawab
Wantilan.

"Ya. Namun yang harus banyak mendapat perhatian adalah
orang-orang Renapati." sahut Mahisa Murti.

Wantilan dan Sam bega mengangguk-angguk. Dengan nada
dalam Wantilan berkata "Kami akan selalu berhubungan dengan
Ki Buyut dan para Bekel di Kabuyutan Talang Alun."

Demikianlah, maka setelah minta diri kepada Ki Bekel
Logandeng dan Ki Buyut Talang Alun maka Mahisa Murti dan
Kiai Wijang pun telah berangkat keseberang hutan yang terhitung
lebat untuk melihat sendiri keadaan kedua Kabuyutan yang
sedang bertikai bersama seorang bebahu

Kabuyutan Sendang Apit y ang sedang mengungsi di
padukuhan Logandeng.

Page 65

Hijaunya Lembah, Hijaunya Lereng Pegunungan – Jili d 118
http://kangzusi.com/


65

Apalagi ketika kemudian, Mahisa Murti mulai menembus
pertahanan Kebo Wanter dengan serangan-serangannya. Justru
saat Kebo Wanter menggapai tataran ilmu y ang dikuasainya,
maka Mahisa Murti mulai menguak pertahanannya. Ketika Kebo
Wanter meloncat menyerang dengan garangnya, dengan
menjulurkan tangannya kearah pelipis Mahisa Murti, maka
Mahisa Murti justru merendah. Sambil memutar tubuhnya, maka
Mahisa Murti telah menjulurkan sebelah kakinya mengarah
kedada Kebo Wanter.

Tetapi Kebo Wanter sempat menghindar. Dengan cepat Kebo
Wantaer memiringkan tubuhnya.

Serangan kaki Mahisa Murti itu memang tidak mengenai
sa sarannya. Namun Mahisa Murti tidak berhenti. Dengan
loncatan kecil, tubuhnya berputar. Kakinyalah y ang dengan
derasnya terayun menggapai kening.

Ternyata Kebo Wanter tidak mampu bergerak secepat Mahisa
Murti. Meskipun ia tanggap akan serangan kaki berikutnya,
namun Kebo Wanter ternyata telah terlambat menghindar. Kaki
Mahisa Murti yang terayun mendatar itu menyambar keningnya.
Demikian derasnya, sehingga Kebo Wanterpun telah terdorong
beberapa langkah dan bahkan kemudian telah kehilangan
keseimbangannya pula.

Kebo Wanter itu jatuh terbanting di tanah. Satu kejadian yang
tidak pernah diperkirakan sejak ia berangkat dari padepokan
Renapati. Yang diangan-angankan adalah bagaimana membunuh
anak Talang Alun itu dengan tangannya, m embiarkan mayatnya
terbujur di bulak itu.

Jika kemudian mayat itu oleh orang-orang Talang Alun maka
mereka akan menjadi bingung. Mungkin mereka dapat menduga
bahwa anak muda dan seorang kawannya telah dibunuh oleh
orang seberang hutan, tetapi karena kematiannya terjadi di
Kabuyutan Talang Alun, maka orang-orang Talang Alun tidak
dapat m enuduh, bahwa orang-orang seberang hutan itulah yang
telah membunuhnya.

Page 66

Hijaunya Lembah, Hijaunya Lereng Pegunungan – Jili d 118
http://kangzusi.com/


66

=====00000ooooooo^^^^^ooooo00000=====



Para pembaca sekalian, cerita Hijaunya Lembah
Hijaunya Lereng Pegunungan HANYA SA MPAI DISINI
sa ja ……

Karena Pengarangnya Bpk SH Mintardja tidak
sempat menyelesaikannya sebab beliau dipanggil
menghadap Sang Maha Kuasa..

Terserah para pembaca untuk menafsirkan sendiri
ending dari cerita ini



Trims

Dewi KZ




0oo0dw0oo0


(TA MAT)


Koleksi buku: Ki Ismoy o

Scanning: Ki Arema
Conv ert, Edit, Ebook by Dewi KZ

http://kangzusi.com/
File djvu diupload di

http://pelangisingosari.wordpress.com
Dan

http://kangzusi.com/SH_Mintardja.htm

Similer Documents