Download Contoh Laporan Buku Fiksi PDF

TitleContoh Laporan Buku Fiksi
File Size159.7 KB
Total Pages13
Table of Contents
                            Contoh Laporan Buku Fiksi
                        
Document Text Contents
Page 1

Contoh Laporan Buku Fiksi

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yaang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan buku fiksi ini.
Laporan buku fiksi ini saya susun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Menulis pada
semester IV (empat).
Adapun judul yang saya pilih adalah “Laporan Buku Fiksi : Pacarku Hantu karya
Agung Waskito dan Dewi Maharani.”
Saya menyadari sepenuhnya bahwa laporan buku fiksi ini masih jauh dari sempurna.
Maka saya mengharapkan kritik dan saran dari pembaca terutama ibu dosen.
Semoga laporan buku fiksi dapat memberikan manfaat bagi para pembaca dan juga
bagi diri saya sendiri.

Pematangsiantar, 18 Juni
2012 Penulis,

Sani
Susantri
10 744 0071

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................. 1
DAFTAR ISI............................................................................................................... 2
Bab I.Pendahuluan

1.1. Maksud dan Tujuan Penulisan Laporan................................................................ 3

1.2. Identitas Buku....................................................................................................... 3
Bab II. Laporan Isi Buku
2.1. Sinopsis.................................................................................................................. 5
2.2. Unsur Intrinsik....................................................................................................... 7
2.3. Penilaian terhadap Buku....................................................................................... 19
Bab III. Penutup
3.1. Kesimpulan............................................................................................................ 19
3.2. Saran...................................................................................................................... 21
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................. 22

Page 2

Bab I
PENDAHULUAN

1.1. Maksud dan Tujuan Penulisan Laporan

Laporan buku merupakan suatu bentuk penyajian hasil pengamatan atau penyajian
terhadap sebuah buku baik fiksi maupun nonfiksi (ilmiah). Laporan buku yang saya susun ini
adalah laporan buku fiksi berupa novel yang berjudul “Pacarku Hantu”. Laporan buku ini
dikerjakan untuk memenuhi tugas mata kuliah Menulis pada semester IV (empat) program
studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas
Simalungun.

Adapun tujuan penulisan laporan buku fiksi ini adalah untuk memberi pandangan da
pelajaran khususnya pada anak-anak remaja saat ini. Agar pembaca lebih mengerti apa
sebenarnya yang dimaksud dengan cinta. Dan dapat mencegah erjadinya pergaulan bebas
yang akan mengakibatkan penyesalan yang mendalam.

Ruang lingkup pembahasan dalam laporan buku fiksi ini menyangkut sinopsis, unsur-
unsur intrinsik yang terdapat di dalam sebuah karya fiksi dan penilaian terhadap buku fiksi ini
dailihat dari beberapa aspek.

1.2. Identitas Buku
a. Judul : Pacarku Hantu
b. Pengarang : Agung Waskito dan Dewi Maharani
c. Kota/ Tahun Terbit : Yogyakarta, 2010
d. Penerbit : Gallery Ilmu
e. Cetakan : I (Pertama)
f. Jumlah Halaman : vi + 214 halaman
g. Dipersembahkan kepada : Para Remaja

h. Format Perwajahan
1. Format Perwajahan Depan

Warna dasar cover yaitu berwarna krim. Terdapat gambar seorang wanita memakai
baju putih dan memakai celana jeans sedang bergandengan tangan dengan sesosok bayangan
pria yang juga memakai baju berwarna putih. Disudet kanan atas bertuliskan “Novel
Remaja”. Dibagian tengah buku terdapat bercak darah berwarnah merah dan bertuliskan judul
buku berwarna putih. Disudut kiri bawah juga terdapat bercak darah berwarna merah

Page 6

Halaman 36 :Pantas saja sekarang Teddy mencoba mengejar-ngejarnya. Rupanya

dia sudah berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya dari Mida.

Halaman 52 : Buat seorang Anna, butuh waktu lama untuk bisa nyambung dan bersahabat

dengan makhluk yang berjenis kelamin lelaki. Tapi dengan Danang, ia dengan

mudah bisa menjadi akrab seperti sudah mengenal lama.

Halaman 66 : Sepertinya sebuah keajaiban yang membuktikan adanya ikatan batin antara

ibu da anak. Setetes air mata milik ibunya bagai membangunkan Anna dari

pingsannya.

Halaman 80 : Anna semakin penasaran dengan kata ‘mereka’ yang ditanyakan Dewi

padanya.

F. Gaya Bahasa :

1. PERUMPAMAAN

Data Tekstual : Halaman 36 “....Bagai petir disiang bolong”

2. PERSONIFIKASI

Data Tekstual : - Halaman 72 “Wajahnya yang hanya dipolesi bedak bayi dan

lipstik warna pink membuatnya nampak begitu segar, seperti

kesegaran bunga mawar yang baru saja mekar di halamannya.”

- Halaman 94 “.....bahkan tak mampu menyembunyikan kelelahan dari wajah

gadis berbentuk bulat telur itu.”

- Halaman 153 “Tapi mesranya minta ampun. Tiap hari lengket kayak perangko.”

3. HIPERBOLA

Data Tekstual : - Halaman 88 “Suara Kereta Api yang bergemuruh bagai hendak

meruntuhkan jantung Anna”

- Halaman 143 “Sejenak ia terpana dengan tatapan Danang yang

- serasa menghujam jantungnya.”

4. METAFORA

Data Tekstual : Halaman 185 “ ... para pejalan kaki saling mempercepat

langkahnya untuk bisa segera tiba di tempat tujuan, dan

terlindung dari sengatan sang raja siang.”

G. Penokohan (Karakterisasi Tokoh)

*1. Anna (Anna Marianna) : Gadis semampai berusia duapuluh tahun. Mahasiswa fakultas sastra semester

tiga, berparas cantik dan juga pintar. Tak heran kalau banyak cowok yang suka

padanya. Gadis yang selalu menjaga kehormatannya sebagai perempuan dan

menganggap semua cowok sama, hanya bisa memperainkan perempuan tanpa

bisa menghargainya sedikit pun.. Sampai dijuluki oleh temannya sebagai cewaek

kolot dan kuno. Dan pada akhirnya Anna menemukan lelaki yang bereda alam

dengannya tapi mereka memiliki pandangan tentang cinta yang sama.

Data Tekstual :

Page 7

Halaman 54 : .........”nggak sangka, ternyata masih ada juga cowok kayak loe.”

Halaman 55 : ”Gue termasuk cewek yang ingin dicintai dengan kehormatan.”

Halaman 130 : “Loe tu cewek kuno plus kolot! Nggak berani pacaran Cuma karena takut

dicium.”

Halaman 178 : “Cowok di dunia nyata bikin kehormatan gue terancam.”

Halaman 196 : “Kenapa gue mesti kenal ama loe? Kenapa kita bisa punya pikiran dan

perasaan yang sama? Kenapa juga gue musti jatuh cinta sama loe yang uda

mati? Kenapa juga bukan manusia waktu kenal kenal ama gue, tapi loe

hantu......kenapa?”

*2. Danang : Pemuda berparas tampan, berhati baik, alim dan juga pintar yang pernah

mengalami kegagalan cinta dengan seorang gadis yang sangat dihormatinya.

Karena kegagalan cintaya, ia menganggap semua perempuan suka mengingkari

janji. Dan pada akhirnya dia menemukan seorag gadis yang memiliki pandangan

tentang cinta yang sama dengannya. Dan ia sangat menyesali keadaannya

karena kecelakaan lima tahun lalu yang telah menimpanya.

Data Tekstual :

Halaman 9 Tidak jauh dari ssa bangkai bus yang masih utuh, terbaring dengan posisi

tengkurap, tubuh seorang pemuda berusia dua puluh empat tahun yang

tampaknya terlempar keluar pada saat kereta api menabrak bus.......Ternyata

wajah pemuda itu dipenuhi darah yang mulai mengental dan masih mengalir

dari epalanya yang pecah.

Halaman 41 “Perempuan itu maunya apaan sih? Gampang mengingkari janji. Omongannya

nggak bisa dipercaya.”

Halaman 45 “Selama itu saya sangat menghormatinya sebagai perempuan. Demi Tuhan,

saya tidak pernah menyentuhnya. Saya ingin mencintai dengan tulus tanpa

dikotori oleh nafsu. ”

Halaman 119 “........ Aa’ orangnya baik, alim dan juga pintar......”

Halaman 141 “Saya ingin menghormati perempuan yang saya cintai, seperti saya

menghormati ibu saya.”

Halaman 179 “Anna, maukah kamu menikah dengan saya? Jadi istri saya?”

*3. Dewi : Seorang gadis dengan ketinggian tubuh yang sedang dan agak menggempal.

Berusia sekitar dua puluhan tahun. Hanya untuk kepuasan menikmati kehidupan

malam dan membeli barang-barang terlarang, dia tega membohongi kakak

perempuannya yang sangat menyayanginya. Karena takut ketauan kakaknya,

akhirnya kebohongan yang dilakukannya membuatnya menjadi gila.

Data Tekstual :

Halaman 14 “Jangan sampe deh gue mati karena sakau nantinya, gimaa kalo duit gue

habis?”

Page 12

Halaman 24 “Bukankah kita tau kalo sentuhan tangan aja yang bukan muhrimnya udah dibilang Zina?”
Halaman 199 “Tuhan ... Berdosakah hamba jika berhubunga dan berpacaran dengan hatu? Salahkah jika

hamba merasa nyaman dan merasa terlindungi saat bersamanya? Kalo ini sudah ketentuan
Mu, apalagi yang bisa hamba lakukan untuk menolaknya?”

2.3. Penilaian
A. Penilaian terhadap tema cerita

Menurut saya, persoalan yang diangkat dalam buku novel yang berjudul “Pacarku Hantu” ini
telah mewakili para pembaca terutama buat anak remaja untuk berfikir positif. Yaitu
mengangkat permasalahan mengenai cara pandang anak remaja dalam percintaan. Karena
pada zaman sekarang banyak anak remaja yang tidak dapat mengendalikan sikap dalam
pergaulan, Tapi dalam buku novel ini menceritakan bahwa ada juga remaja yang sangat
mempertahankan kehormatannya. Dalam buku novel ini, sangat banyak pelajaran berharga
yang dapat dipetik terutama buat saya sendiri sebagai remaja, sehingga karya-karya dari
pengarang sudah banyak yang telah ditayangkan di televisi.

B. Penilaian Terhadap Sistematika Penyusunan Gagasan.
Sistematika penyusunan gagasan di dalam buku novel ini sangat baik. Tiap-tiap

gagasan ataupun persoalannya dipaparka secara jelas dan tepat. Sehingga memudahkan
pembaca memahami isi dan jalan cerita yang terkandung dalam buku novel tersebut.

C. Penilaian Terhadap Penggunaan Bahasa.
Cerita dalam buku novel ini menggunakan bahasa modern yang banyak digunakan

masyarakat luas, terutama bahasa yang digunakan anak-anak remaja pada masa kini.
Sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami dan mengerti isi dan jala cerita dalam
buku novel ini. Dalam buku novel ini, tidak ada menggunakan istilah-istilah asing, itu juga
yang membuat cerita ini sangat mudah untuk dipahami.

D. Penilaian Terhadap Teknik Percetakan/ Perwajahan.
Buku novel ini memiliki perwajahan yang sangat menarik perhatian pembaca. Gambar

seorang gadis yang bergandengan tangan dengan bayangan seorang lelaki membuat orang
tertarik dan penasaran untuk membacanya. Dan gambar bercak darah yang terdapat dalam
perwajahan buku, menggambarkan bahwa cerita dalam buku novel ini berbau horor.

E. Keunggulan dan Kelemahan Buku
Keunggulan pada buku novel ini terletak pada penggunaan bahasa yang sangat

sederhana, bahasanya banyak digunakan dikalangan masyarakat terutama anak-anak remaja
masa kini atau yang disebut dengan bahasa gaul. Itu yang membuat para remaja sangat
tertarik untuk membacanya. Dan dalam buku novel ini ceritaya sangat bagus untuk para
remaja karena banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik sebagai pandangan untuk para
remaja. Perwajahan dalam buku ini juga sangat menarik perhatian dan membuat pembaca
penasaran tentang isi buku ini.

Similer Documents