Download Buku Saku Panduan Komunikasi Efektif PDF

TitleBuku Saku Panduan Komunikasi Efektif
File Size197.3 KB
Total Pages20
Document Text Contents
Page 1

Media Informasi RSAU dr. M. Salamun

Buku Saku
Panduan
Komunikasi
Efektif

m e d i a s a l a m u n

Sistem CABAK Komunikasi Dengan Pasien
Komunikasi Terintegrasi SBAR Komunikasi Asuhan & Edukasi

Page 2

RSAU dr. M. SalamunBuku Saku • Panduan Komunikasi Efektif

w
w

w
.r

sa
u

sa
la

m
u

n
.c

o
m

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan
karunia-Nya buku Panduan Komunikasi Efektif dapat diselesaikan. Pan-
duan ini disusun dengan maksud menambah pengetahuan bagi pem-
baca mengenai komunikasi, khususnya dalam hubungan antara tenaga
kesehatan dengan pasien dan keluarganya baik di ruang perawatan, po-
liklinik dan tempat lainnya di lingkungan RSAU dr. M. Salamun. Uraian
teori disertai penjelasan serta contoh praktis dikemukakan dengan maksud
agar pembaca memahami latar belakang penyusunan buku panduan
ini dan memudahkan terapannya dalam berbagai kondisi dan situasi.

Kami menyadari bahwa dalam proses penyusunan panduan ini
masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Kami
menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan
masukan, saran, kritik selama dalam penyusunan naskah buku panduan ini.

Akhirnya kami berharap semoga panduan ini dapat menam-
bah khasanah pengembangan komunikasi antara tenaga kesehatan dan
pasien/keluarga pasien sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan
dan keselamatan pasien di RSAU dr. M. Salamun. Masukan, saran, kri-
tik sangat diharapkan agar dapat lebih menyempurnakan panduan ini.

Bandung, 24 November 2014
Tim Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang 1
Tujuan 2
BAB II KOMUNIKASI EFEKTIF
A. Klasifikasi Komunikasi 3
B. Jenis Komunikasi 4
C. Model Komunikasi 11
BAB III KOMUNIKASI EFEKTIF PERAWAT DAN PASIEN
A. Tahap Pengkajian 15
B. Tahap Perumusan Diagnosa 17
C. Tahap Perencanaan 18
D. Tahap Pelaksanaan
BAB IV KOMUNIKASI EFEKTIF DOKTER DAN PASIEN
Sikap Profesional Dokter 23
1. Tahap Pengumpulan Informasi 25
2. Tahap Penyampaian Informasi 26
BAB V KOMUNIKASI ANTAR PEMBERI LAYANAN
Empat (4) Unsur SBAR 30
BAB VI KOMUNIKASI ASUHAN DAN EDUKASI
A. Komunikasi Informasi Asuahan 32
B. Komunikasi Edukasi Pasien dan Keluarga Pasien 33
DAFTAR PUSTAKA iii

Page 10

RSAU dr. M. SalamunBuku Saku • Panduan Komunikasi Efektif

M
el

ay
an

i D
en

g
an

S
p

en
u

h
H

at
i

H
an

d
al

E
fis

ie
n

B
er

si
h

R
am

ah
In

d
ah

N
ya

m
an

G
em

ila
n

g

18 19

mencium bau merupakan faktor penting dalam komunikasi. Pasien akan
dapat menerima pesan komunikasi dengan baik apabila pancainderanya
berfungsi baik. Bagi pasien yang mengalami gangguan pendengaran, ada
tahapan yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengkajian, yaitu infor-
masi medik yang mengindikasikan adanya kelemahan pendengaran, mem-
perhatikan perlu/tidaknya pasien menggunakan alat bantu dengar yang
masih berfungsi, memperhatikan kemampuan pasien membaca ekspresi
wajah dangerak bibir perawat, dan apakah pasien mampu menggunakan
gerak isyarat sebagai bentuk komunikasi non verbal.

3. Kelemahan fungsi kognitif

Kerusakan yang melemahkan fungsi kognitif, misalnya tumor otak yang
dapat mempengaruhi kemampuan pasien untuk mengungkapkan dan
memahami bahasa. Dalam mengkaji pasien ini, perawat harus dapat menilai
respon baik secara verbal maupun non verbal yang disampaikan oleh
pasien dalam menjawab pertanyaan.

4. Gangguan struktural

Gangguan struktural tubuh terutama yang berhubungan langsung den-
gan organ suara seperti mulut dan hidung dapat berpengaruh pada proses
komunikasi.

B. Tahap perumusan diagnosa

Diagnosa dirumuskan berdasarkan data yang diperoleh dari tahap
pengkajian. Perumusan diagnosa keperawatan merupakan hasil penilaian
perawat dengan melibatkan pasien dan keluarganya, tenaga kesehatan
lain yang berkenaan dengan masalah yang dialami pasien. Diagnosa
keperawatan yang tepat memerlukan sikap komunikatif perawat dan sikap
kooperatif pasien.

C. Tahap perencanaan

Pengembangan rencana tindakan keperawatan kepada pasien diper-
lukan interaksi dan komunikasi dengan pasien. Hal ini untuk menentukan
alternative rencana keperawatan yang akan diterapkan. Misalnya, sebelum
memberikan makanan kepada pasien, perawat harus terlebih dahulu men-

getahui makanan yang sesuai bagi pasien. Rencana tindakan yang dibuat
oleh perawat merupakan media komunikasi antar tenaga kesehatan yang
berkesinambungan sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara teratur
dan efektif.

D. Tahap pelaksanaan

Tahap pelaksanaan merupakan realisasi dari perencanaan yang telah
ditetapkan terlebih dahulu. Aktifitas ini memerlukan
ketrampilan dalam berkomunikasi dengan pasien.Terdapat dua
katergori umum aktivitas perawat dalam berkomunikasi, yaitu saat
mendekati pasien untuk memenuhi kebutuhan dan saat pasien
mengalami masalah psikologis. Pada saat menghadapi pasien, perawat
perlu :

- Menunjukkan raut wajah yang mencerminkan ketulusan agar
tercipta suasana saling percaya saat berkomunikasi.
- Kontak pandang yang menunjukkan perhatian dan kesungguhan
perawat.
- Fokus pada pasien.
- Bersikap terbuka untuk menumbuhkan keberanian pasien dalam
mengikuti tindakan keperawatan yang dilakukan.
- Mendengarkan secara seksama dan penuh perhatian untuk
mendapatkan informasi dari pasien. Perawat lebih banyak
mendengarkan daripada berbicara. Hal ini akan menumbuhkan
kepercayaan pasien kepada perawat.
- Mendengarkan keluhan pasien dan memahami perasaan.
- Perawat mampu menjelaskan keadaan pasien.
- Perawat mampu menjadi pembimbing dan konseling terhadap
pasien.
- Bersikap tenang selama berada di depan pasien.

Dalam berkomunikasi di rumah sakit, petugas dan tenaga medis
harus melakukan proses verifikasi terhadap akurasi dari komunikasi
lisan dengan catat, baca kembali dan konfirmasi ulang (CABAK),
yaitu :

1. Pemberi pesan memberikan pesan secara lisan.
Komunikasi dapat dilakukan secara langsung atau melalui sarana

Page 11

RSAU dr. M. SalamunBuku Saku • Panduan Komunikasi Efektif

M
el

ay
an

i D
en

g
an

S
p

en
u

h
H

at
i

H
an

d
al

E
fis

ie
n

B
er

si
h

R
am

ah
In

d
ah

N
ya

m
an

G
em

ila
n

g

20 21

komunikasi seperti telepon. Pemberi pesan harus memperhatikan
kosa kata yang digunakan, intonasi, kekuatan suara (tidak besar
dan tidak kecil), jelas, singkat dan padat.

2. Penerima pesan mencatat isi pesan tersebut. (CATAT)
Untuk menghindari adanya pesan yang terlewat maka penerima
pesan harus mencatat pesan yang diberikan secara jelas.

3. Isi pesan dibacakan kembali secara lengkap oleh penerima pesan.
(BACA)
Setelah pesan dicatat, penerima pesan harus membacakan kembali pesan
tersebut kepada pemberi pesan agar tidak terjadi kesalahan dan pesan
dapan diterima dengan baik.

4. Penerima pesan mengkonfirmasi kembali isi pesan kepada pemberi
pesan. (KONFIRMASI)
Pemberi pesan harus mendengarkan pesan yang dibacakan oleh
penerima pesan dan memberikan perbaikan bila pesan tersebut masih ada
yang kurang atau salah.

Sistem CABAK dapat diillustrasikan dengan skema sebagai berikut :

BAB IV
KOMUNIKASI EFEKTIF DOKTER DAN PASIEN

Dalam hubungan tenaga medis dan pasien, baik dokter maupun
pasien dapat berperan sebagai sumber atau pengrim pesan dan penerima
pesan secara bergantian. Pasien sebagai pengirim pesan, menyampaikan
apa yang dirasakan atau menjawab pertanyaan tenaga medis sesuai pen-
getahuannya. Sementara tenaga medis sebagai pengirim pesan, berperan
pada saat menyampaikan penjelasan penyakit, rencana pengobatan
dan terapi, efek samping obat yang mungkin terjadi serta dampak dari
dilakukan dan tidak dilakukannya terapi tertentu. Dalam penyampaian ini,
tenaga medis bertanggung jawab untuk memastikan pasien memahami
apa yang disampaikan.

Sebagai penerima pesan, dokter perlu berkonsentrasi dan memper-
hatikan setiap pernyataan pasien. Untuk memastikan apa yang dimaksud
oleh pasien, dokter sesekali perlu membuat pertanyaan atau pernyataan
klarifikasi. Mengingat kesenjangan informasi dan pengetahuan yang ada
antara dokter dan pasien, dokter perlu mengambil peran aktif. Ketika
pasien dalam posisi sebagai penerima pesan, dokter perlu secara proaktif
memastikan apakah pasien benar-benar memahami pesan yang telah
disampaikannya. Misalnya dalam menginterpretasikan kata “panas”. Dokter
yang mempunyai pasien berumur dua tahun memesankan kepada ibu
pasien, “Kalau dia panas, berikan obatnya.” Pengertian panas oleh ibu
pasien mungkin saja berbeda dengan yang dimaksudkan oleh dokter.
Dokter perlu mencari cara untuk memastikan si ibu mempunyai pemaha-
man yang sama, misalnya dengan menggunakan ukuran yang tepat, yaitu
termometer. Dokter mengajarkan cara menggunakan termometer untuk
mengetahui keadaan anaknya. Si ibu diminta memberikan obat yang telah
diresepkan dokter kepada anaknya apabila suhu tubuh anak mencapai
angka tertentu yang dimaksud dokter mengalami “panas”.

Dalam dunia kesehatan, warna yang berbeda, ukuran yang berbeda,
rasa yang berbeda bisa menjadi hal yang sangat vital karena bisa mem-
bedakan intensitas radang, intensitas nyeri yang pada akhirnya bermuara
pada perbedaan diagnosa maupun jenis obat yang harus diminum. Peran
dokter sebagai fasilitator pembicaraan amat penting agar tidak terjadi
salah interpretasi.

Page 19

RSAU dr. M. SalamunBuku Saku • Panduan Komunikasi Efektif

M
el

ay
an

i D
en

g
an

S
p

en
u

h
H

at
i

H
an

d
al

E
fis

ie
n

B
er

si
h

R
am

ah
In

d
ah

N
ya

m
an

G
em

ila
n

g

36 37

pasien mengenai sejauh mana pasien telah mengerti tentang materi
edukasi yang diberikan melalui brosur. Proses pertanyaan ini bisa melalui
telepon atau datang langsung ke kamar pasien setelah pasien tenang.
Dengan diberikannya informasi dan edukasi pasien, diharapkan komunikasi
yang disampaikan dapat dimengerti dan diterapkan oleh pasien. Apabila
pasien mengikuti semua arahan dari rumah sakit, diharapkan mempercepat
proses penyembuhan pasien.

DAFTAR PUSTAKA

Konsil Kedokteran Indonesia (2006). Komunikasi Efektif Dokter-Pasien.
Jakarta 2006. From https://www.scribd.com/doc/246160199 /komunikasi-
efektif-dokter-pasien, 17 November 2014

https://www.scribd.com/doc/207689343/panduan-komunikasi-efektif#, 17
November 2014

Similer Documents