Download Akulturasi Budaya Jawa dan Islam.doc PDF

TitleAkulturasi Budaya Jawa dan Islam.doc
File Size184.1 KB
Total Pages11
Document Text Contents
Page 6

(mistik Islam tradisional) dan sistem sekolah yang diperkenalkan oleh gerakan

modernis.

Kemudian memunculkan varian pendidikan baru dan upaya santri

memasukan pelajaran doktrin pada sekolah negeri.

3. Varian Priyayi

Dalam kebudayaan Jawa, istilah priyayi atau berdarah biru merupakan

satu kelas sosial yang mengacu kepada golongan bangsawan. Suatu golongan

tertinggi dalam masyarakat karena memiliki keturunan dari keluarga kerajaan.

Kelompok ini menunjuk pada elemen Hinduisme lanjutan dari tradisi

keraton Hindu-Jawa. Sebagai halnya keraton, maka priyayi lebih menekankan

pada kekuatan sopan santun yang halus, seni tinggi dan mistisme intuitif dan

potensi sosialnya yang memenuhi kebutuhan kolonial Belanda untuk mengisi

birokrasi pemerintahannya.

Kepercayaan-kepercayaan religius para abangan merupakan campuran

khas penyembahan unsur-unsur alamiah secara animis yang berakar dalam

agama-agama Hinduisme yang semuanya telah ditumpangi oleh ajaran islam.5

Dalam praktek religi tersebut sebgian orang meyakini terhadap pengaruh

sinkretik dengan agama lain, sedikitnya agama hindhu, budha dan islam.

Senbaliknya ada yang meyakini secara puritan bahwa mistik kejawen adalah milik

masyarakat jawa yang ada sebelum pengaruh lain. Masing-masing asumsi memiliki

alasan yang masuk akal. Esensi agama jawa adalah pemujaan pada nenek moyang

atau leluhur. Pemujaan tersebut diwujudkan melalui sikap mistik dan selametan.

Meskipun secara lahiriyah mereka memuja para roh, namun esensinya tetap

terpusat pada Tuhan. Jadi, agama jawa yang dilandasi sikap dan perilaku mistik

tetap tersentral kepada Tuhan.6

Wirid Hidayat Jati mengajarkan paham antara manusia dengan Tuhan. Paham

ini mengajarkan bahwa manusia berasal daru Tuhan oleh karena itu, harus bersatu

kembali dengan Tuhan. Kesatuan kembali antara manusia dengan Tuhan didunia

bias dicapai dengan penghayatan mistik, seperti pada umumnya seperti ajaran

mistik. Akan tetapi kesatuan yang sempurna antara manusia dengan Tuhan menurut

5 Waro Muhammad, http://waromuhammad.blogspot.com, (2012)

6 Suwardi Endraswara, Mistik Kejawen, (Yogyakarta:Narasi, 2006), Hlm. 75.
5

http://waromuhammad.blogspot.com/

Similer Documents