Download Afasia (Gangguan berbahasa) PDF

TitleAfasia (Gangguan berbahasa)
File Size382.4 KB
Total Pages11
Document Text Contents
Page 6

AFASIA





5




 Afasia lancar. Pada afasia ini penderita bicara lancar, artikulasi dan irama

baik, tetapi isi bicara tidak bermakna dan tidak dapat dimengerti artinya.

Penderita tidak dapat mengerti bahasa sehingga tidak dapat berbicara

kembali. Gambaran klinisnya ialah:

 Keluaran bicara yang lancar

 Panjang kalimat normal

 Artikulasi dan irama bicara baik

 Terdapat parafasia

 Kemampuan memahami pendengaran dan membaca buruk

 Repetisis terganggu

 Menulis lancar tadi tidak ada arti



Seorang afasia yang non-fluen mungkin akan mengatakan dengan tidak

lancar dan tertegun-tegun: “mana… rokok… beli.”

Sedangkan seorang afasia fluen mungkin akan mengatakan dengan lancar:

“rokok beli tembakau kemana situ tadi gimana dia toko jalan”



 Afasia Broca (motorik, ekspresif). Disebabkan lesi di area Broca.

Pemahaman auditif dan membaca tidak terganggu, tetapi sulit

mengungkapkan isi pikiran. Gambaran klinis afasia Broca ialah bergaya

afasia non-fluent.



 Afasia Wernicke (sensorik, reseptif). Disebabkan lesi di area Wernicke.

Pada kelainan ini pemahaman bahasa terganggu. Penderita tidak mampu

memahami bahasa lisan dan tulisan sehingga ia juga tidak mampu menjawab

dan tidak mengerti apa yang dia sendiri katakan. Gambaran klinis afasia

Wernicke ialah bergaya afasia fluent.



 Afasia Konduksi. Disebabkan lesi di area fasciculus arcuatus yaitu

penghubung antara area sensorik (wernicke) dan area motorik (broca). Lesi

ini menyebabkan kemampuan berbahasa dan pemahaman yang baik tetapi

didapati adanya gangguan repetisi atau pengulangan.

Similer Documents