Download 102403497-Praktikum-Kimia-Anorganik-1-LAPORAN-HALOGEN.pdf PDF

Title102403497-Praktikum-Kimia-Anorganik-1-LAPORAN-HALOGEN.pdf
File Size133.0 KB
Total Pages13
Document Text Contents
Page 2

Massa atom 19 35,5 80 127 210
Jari-jari atom (pm) 72 99 115 133 155

Jari-jari ion X- 136 180 195 216 -
Keelektronegatifan 4,0 3,0 2,8 2,5 2,2

Energi ionisasi 1680 1260 1140 1010 -

3. Sifat Asam Halogen

Sifat asam yang dapat dibentuk dari unsur halogen, yaitu: asam halida, dan

oksilhalida.

a. Asam halida (HX)

Asam halida terdiri dari asam fluorida (HF), asam klorida (HCl), asam bromida

(HBr), dan asam iodida (HI). Kekuatan asam halida bergantung pada kekuatan ikatan

antara HX atau kemudahan senyawa halida untuk memutuskan ikatan antara HX.

Dalam golongan VII A, semakin keatas ikatan antara atom HX semakin kuat. Urutan

kekuatan asam: HF < HCl < HBr < HI

Titik didih dipengaruhi oleh massa atom relative (Mr) dan ikatan antar molekul:

• Semakin besar Mr maka titik didih semakin tinggi.

• Semakin kuat ikatan antarmolekul maka titik didih semakin tinggi.

• Pengurutan titik didih asam halida HF > HI > HBr > HCl

Pada senyawa HF, walaupun memiliki Mr terkecil tetapi memiliki ikatan antar

molekul yang sangat kuat “ikatan hidrogen” sehingga titik didihnya paling tinggi.

b. Asam Oksihalida

Asam oksihalida adalah asam yang mengandung oksigen. Halogennya memiliki

bilangan oksidasi ( +1,+3, dan +7 ) untuk Cl,Br,I karena oksigen lebih

elektronegatifan. Pembentukannya :

X2O + H2O  2HXO

X2O3 + H2O  2HXO2

X2O5 + H2O  2HXO3

X2O7 + H2O  2HXO4

Biloks

Halogen

Oksida

Halogen

Asam

Oksil

Halida

Asam

Oksil

Klorida

Asam

Oksil

Bromida

Asam

Oksiliodida

Penamaan

+1 X2O HXO HClO HBrO HIO Asam

Page 6

Unsur-unsur halogen mempunyai konfigurasi elektron ns2 np5 dan merupakan unsur-

unsur yang paling elektronegatif, oleh karena itu selalu mempunyai bilangan oksidasi (-

1), kecuali fluor yang selalu univalen, unsur-unsur ini dapat juga mempunyai bilangan

oksidasi (+1), (+III), (+V) dan (+VII). Bilangan oksidasi (+IV) dan (+VI) merupakan

anomali, terdapat dalam oksida ClO2, Cl2O6, dan BrO3.(1) Kecenderungan kuat dari

atom F dan Cl untuk menarik elektron mengakibatkan bentuk yang sering ditemukan di

alam adalah bentuk ion F- dan Cl-, serta kesulitan dalam pembuatan unsur murni dari

bentuk ionnya.

Kenaikan titik didih dan leleh dengan bertambahnya nomor atom, dijelaskan dengan

fakta bahwa molekul-molekul yang lebih besar mempunyai gaya tarik menarik Van der

waals yang lebih besar daripada yang mempunyai molekul-molekul yang lebih kecil.

Karena kelektronegatifan halogen relatif lebih besar dibandingkan unsur lain, maka

halogen bersifat menarik elektron atau pengoksidasi. Kemampuan mengoksidasi

halogen berkurang dari atas ke bawah. Akibatnya unsur yang di atas dapat mengoksidasi

unsur yang berada dibawahnya, tetapi tidak sebaliknya.

Dengan perkecualian He, Ne dan Ar, semua unsur dalam tabel berkala membentuk

halida. Halida ionik atau kovalen adalah senyawaan umum yang paling penting. Mereka

sering paling mudah dibuat dan digunakan secara meluas bagi sintesis senyawa lain.

Dalam hal suatu unsur mempunyai lebih dari satu valensi, halida seringkali dikenal

sebagai senyawaan tingkat oksidasi. Terdapat juga kimiawi senyawaan halogen organik

yang luas dan beragam, senyawaaan fluor, teristimewa dalam hal F menggantikan H

secara sempurna yang memilki sifat-sifat khusus.

Fluorin memiliki potensial reduksi tertinggi (E = +2.87 V) dan kekuatan oksidasi

tertinggi di anatara molekul halogen. Flourin juga merupakan unsur non logam yang

paling reaktif. Karena air akan dioksidasi oleh F2 pada potensial yang jauh lebih rendah

(+1.23 V) gas flourin tidak dapat dihasilkan dengan elektrolisis larutan dalam air

senyawa flourin. Karena itu, diperlukan waktu yang panjang sebelum unsur flourin

dapat diisolasi, dan F. F. H. Moisson akhirnya dapat mengisolasinya dengan elektrolisis

KF dalam HF cair. Sampai kini flourin masih dihasilkan dengan reaksi ini.

Khlorin yang sangat penting dalam industri kimia anorganik dihasilkan bersama

dengan natrium hidroksida. Reaksi dasar untuk produksi khlorin adalah elektrolisis

Similer Documents